Oleh : Dewi Lesmana Ummu Hafidz Maulana
Ibu Rumah Tangga
Suci Nur Istiqomah, adalah remaja 18 tahun yang membunuh bayinya sendiri di dalam toilet Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman pada Rabu 24 Juli lalu, akibat ulahnya itu selain terancam masuk penjara dia juga mendapat kritikan pedas dari masyarakat. Masyarakat mempertanyakan mengapa pelaku bisa tega membunuh dengan keji terhadap bayi yang ia lahirkan.

Siti Nur Istiqomah (SNI), membunuh bayinya menggunakan tissu toilet dan tali pusaarnya dicabut, kemudian setelah tewas jasad bayi perempuan itu ia masukan ke dalam kantong plastik dan berencana membuangnya keluar. Namun perbuatannya itu diketahui oleh petugas rumah sakit saat hendak melarikan diri.

Dihadapan awak media Siti menuturkan, sesungguhnya dia tidak menginginkan hal ini terjadi dengan alasan belum siap menikah dan belum siap mempunyai anak ia terpaksa melakukan hal keji tersebut, lanjut dia mengatan kalau pacarnya sudah siap menjalani biduk rumah tangga dengannya namun dia tetap belum mau menikah karena dia merasa usianya masih terlalu muda untuk menikah.

'Bukannya tega, cuma belum siap untuk dinikahi gitu aja. Pasangannya mau nikah cuma aku belum mau menikah, umurku kan juga masih muda" pengakuan Siti Nur Istiqomah, Minggu (28/7/2019).

Kasus Siti ini sudah sangat sering terjadi, banyak sekali pemberitaan terkait para remaja yang tega membuang bayinya juga tega membunuh batinya, alasan mereka berbagai macam seperti, malu karena bayi tersebut hasil dari hubungan diluar pernikahan ada juga yang beralasan karena belum siap mempunyai anak seperti kasus Siti ini, dia tega menyumpal mulut anaknya menggunakan tissu toilet hingga tewas karena dia belum siap memiliki anak.

Kasus-kasus semacam ini akan terus terjadi selama negara tidak menindak secara tegas para pelakunya dan tidak memberikan arahan pada para remaja tentang bagaimana pergaulan antar remaja yang benar itu seperti apa. Sudah semestinya negara memberikan perlindungan terhadap rakyat salah satunya remaja atau kaum terpelajar karena remaja atau kaum terpelajar ini adalah ujung tombak bagi negara untuk meraih sebuah kebangkitan yang hakiki. Bukannya dibiarkan berbuat semaunya dan dibiarkan melakukan aktivitas-aktivitas yang merusak kehidupan mereka. Sehingga bangsa ini kehilangan generasi hebat penerus bangsa.

Banyak kasus yang menimpa remaja saat ini diakibatkan dari paham sekulerisme (pemisahan  agama dari kehidupan) yang menerapkan aturan bahwa Agama tidak boleh membatasi ruang gerak seseorang untuk melakukan aktivitas meski itu melanggar aturan Agama, Agama disini adalah Agama Islam, Agama hanya boleh digunakan pada saat-saat tertentu saja dan aktivitasnya cukup dilakukan dalam mesjid diluar itu agama tidak boleh ikut campur terlebih mengatur dalam kehidupan mereka.

Akibat penerapan sistem sekuler ini menjadikan masyarakat khususnya para remaja menjalani kehidupan yang tidak beraturan, bersikap semaunya semisal melakukan aktivitas pacaran dan mengumbarnya di khalayak umum tanpa rasa malu, bersikap seolah-olah yang mereka lakukan itu adalah sesuatu yang keren.

Maka dari itu, sudah saat nya bagi negara untuk melakukan perubahan dengan meninggalkan sistem kufur ini dan menggantinya dengan sistem yang shohih, berhukum pada hukum Allah SWT. Hanya aturan Allah yang akan benar-benar menjaga memberi perlindungan bagi rakyat dan generasi penerus bangsa, Islam adalah Agama paripurna yang mengatur segal aspek kehidupan.

Yang mana Islam telah mengatur intereaksi pria dan wanita yang di perbolehkan secara khusus dalam ruang tertentu dintaranya, dalam bidang Kesehatan, Pendidikan dan Muamallah. Hanya saja Syariah Islam bisa diterapkan apabila Daulah Khilafah tegak dimuka bumi ini hingga pengaturan terhadap remaja bisa di terapkan secara totalitas serta membentuk remaja yang berSyakhshiyah (kepribadian) Islamiyah.
Wallahu’alam Bi Shawwab
 
Top