Oleh: Nelliya Ummu Zahra 
(Member AMK)

Alhamdulillah sebentar lagi kita akan menyambut datangnya bulan Ramadhan. Bulan penuh keberkahan dan kemuliaan. Banyak kaum muslimin menjadikan bulan suci ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt, sembari menjalankan kewajiban berpuasa.

Beberapa keutamaan dan keistimewaan bukan Ramadhan yang tidak kita jumpai pada bulan-bulan lainnya:

Pertama: Alquran sebagai pedoman hidup kita diturukankan pada bulan Ramadhan.
Allah ta’ala berfirman :

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan  (permulaan ) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda  ( antara yang hak dan yang bathil )" (Al Baqarah :185).

Kedua: dibukanya pintu langit dan ditutupnya pintu Neraka. Rasulullah Saw bersabda:

إذا دخل شهر رمضا فتحت أبواب السماء و غلقت أبواب جهنم و سلسلت الشياطين

“ apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu – pintu langit dibuka, sedangkan pintu – pintu neraka akan ditutup, dan setan dibelenggu  “ (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Ketiga: Allah akan mengijabah doa orang-orang yang sedang berpuasa.

Keempat: Dilipat  gandakan Pahala Pada Bulan Ramadhan.
Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda :

عمرة في رمضان تعدل حجة

“  pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji “ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ).

Kelima: pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang keutamaannya lebih dari  seribu bulan. Itulah malam lailatul Qadar. Semua berharap bisa bertemu malam lailatul qadar.
Serta keistimewaan dan keutamaan lainnya.

Sudah seharusnya kita sebagai Umat islam bergembira menyambut bulan suci ini. Bukan tanpa sebab, karena bulan ini hanya kita jumpai 1 kali dalam setahun.

Ibnu Mas’ud Al-Ghifari menceritakan,

“سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ -وَأَهَلّ رَمَضَانَ- فَقَالَ: “لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ تَكُوْنَ السَّنَةُ كُلُّهَا رَمَضَانَ”

“Aku mendengar Rasulullah saw –suatu hari menjelang Ramadhan  bersabda, “Andai para hamba mengetahui apa itu Ramadhan tentu umatku akan berharap agar sepanjang tahun itu Ramadhan.”

Rasulullah dan Para Sahabat sangat gembira ketika menyambut" tamu mulia" ini. Dan bersedih ketika Ramadhan telah berlalu.

Rasulullah telah menyiapkan rohani dan jasmaninya untuk menyambut puasa Ramadhan, dengan lebih  banyak berpuasa pada bulan Sya'ban.

Dari Usamah bin Zaid juga menceritakan: Aku bertanya kepada Rasul, ‘Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Sya'ban? Beliau menjawab: Sya'ban adalah bulan yang suka dilupakan banyak orang, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan tersebut amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah Swt dan aku menyukai pada saat amal diangkat aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i).

Mari manfaatkan sebaiknya bulan Ramadhan yang akan segera menghampiri kita dengan segala keutamaan dan kemuliaannya. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa amalan yang berarti didalamnya. Sungguh akan rugi besar saat kita berada didalamnya, tetapi tak melakukan amalan kebaikan dengan maksimal.

Malah menjadikan Ramadhan sebagai bulan liburan, atau malas-malasan. Banyaknya keutamaan pada bulan suci ini hendaknya mendorong kita untuk mempersiapkan apa saja amalan yang akan kita lakukan saat hari-hari Ramadhan.

Agar Ramadhan berlalu tidak dengan sia-sia.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top