Aceh Timur-nusantaranews, Pengangkutan minyak mentah ilegal semakin marak di Aceh Timur,  para ' pemain ' dengan mudah dan aman melintas di jalan raya Medan - Banda Aceh mulai dari Aceh Timur hingga Medan Sumatera Utara dan Banda Aceh. 

Pantau awak media,  minyak mentah yang diperoleh dari sumur minyak ilegal yang dikelola masyarakat di wilayah Kecamatan Rantau Peureulak,  Aceh Timur tersebut diangkut menggunakan mobil jenis L 300 pic up.  

Untuk memastikan pengangkutan minyak mentah tersebut,  sejumlah awak media memberhentikan beberapa unit mobil yang dicurigai, setelah dipastikan dan diambil gambar, awak media mempersilakan supir melanjutkan perjalanan seperti biasa. 

Supir mobil nopol BL 8399 JN yang mengaku bernama Dedi, warga Rantau Peureulak mengatakan,  dirinya sudah sering mengangkut minyak mentah dari lokasi pengeboran dengan Tanjung Pura, Sumatera Utara dengan muatan mobilnya 2.5 ton minyak yang diisi dalam drum ukuran 200 liter. 

Manurut Dedi,  selama ini tidak ada hambatan di jalan,  dan setiap pengangkutan selalu dikawal oknum aparat dari TNI. Seraya meminta awak media langsung menghubungi oknum tersebut. Setelah tersambung,  oknum tersebut meminta awak media menjumpainya esok hari. 

Berbeda dengan Dedi,   Supir yang mengenderai mobil jenis yang sama nopol BL 8363 DD sedikit menantang awak media saat diberhentikan mobilnya,  malah supir yang satu menghubungi seseorang yang belum diketahui identitasnya, setelah terhubung hanphone diserahkan kapada awak media. 

Dengan nada  keras dan sedikit mengancam,  orang tersebut meminta awak media untuk segera melepaskan mobil yang bermuatan minyak ilegal,  padahal awal media tidak ada hak untuk menahannya,  tujuan awak media diberhentikan hanya untuk pengambilan gambar dan konfirmasi supir. 

Suruh ja supir jalan,  dia cuma angkut minyak orang, itu supir cari upah,  ini kami mau merapat ke situ ". Kata pria itu, seraya memutuskan sambungan hanphone. 

Menurut supir ini,  orang yang dihubunginya bernama Sayed,  selanjutnya supir menginformasikan kepada awak media bahwa satuan resmob segera datang menjumpai kami. Namun setelah ditunggu beberapa saat tidak ada yang datang dan supir keburu melanjutkan perjalanan. (*) 
 
Top