Oleh: Dian Puspita Sari
Ibu Rumah Tangga, Aktifis Muslimah dan Member Akademi Menulis Kreatif (AMK)

Dari tahun ke tahun, pergaulan generasi bangsa kita semakin memprihatinkan. Seperti tidak ada lagi norma agama dan susila yang dihiraukan. PDKT ala dating (pacaran), TTM alias teman tapi mesra dan aktivitas mesum di antara muda mudi yang dulu biasa ada dalam adegan-adegan film hollywood termasuk praktik LGBT kini sudah secara masif dipertontonkan tanpa rasa malu di tempat-tempat umum dan sudah tak dianggap tabu oleh publik di negara mayoritas muslim ini. 
Seperti dilansir oleh tribunnews.com, (Kamis, 25/4/2019) 19 anak dari satu kampung di Garut, Jawa Barat, diketahui melakukan hubungan menyimpang antar sesama jenis.

Sungguh miris gambaran generasi muda khususnya generasi muslim di negeri ini. Mereka terlahir muslim tapi dibesarkan dalam sistem hidup kufur yang serba permisif gaya hidup bebas tanpa batas. Bebas norma-norma agama (Islam) yang berstandarkan halal dan haram. Alhasil, mereka dibesarkan oleh sistem kufur ini menjadi muslim liberal. Yang jauh dari Rabb dan tuntunan agama mereka sendiri, Islam. 

Banyaknya fakta memprihatinkan terkait gaya hidup bebas muda mudi di negara ini menunjukkan bahwa sistem demokrasi sekuler meniscayakan kebebasan manusia dalam 4 hal. Yakni kebebasan : 
▪berpendapat (freedom of thought)
▪beragama (freedom of religion)
▪berprilaku (freedom of behaviour)  
▪kepemilikan (freedom of ownership)

Tugas negara sekuler adalah menjamin eksistensi 4 kebebasan ala demokrasi ini. Termasuk di dalamnya kebebasan berprilaku seks menyimpang ala kaum Luth seperti LGBT. Maka sungguh tak mengherankan jika ada himbauan seorang pejabat selevel menteri yang mengajak masyarakat untuk merangkul LGBT. Tak mengherankan pula jika sering kita dapati mayoritas publik menjustifikasi praktik prostitusi baik riil maupun online, dengan dalih HAM yang mereka anggap tidak merugikan hak orang lain. Mereka juga menvonis buruk para da'i yang melakukan aktivitas amar ma'ruf nahyi munkar. 

Maka satu-satunya solusi untuk mengatasi problematika kebejatan akhlak generasi bangsa ini adalah dengan membuang sistem hidup sekuler yang fasad ini dan menggantinya dengan sistem hidup yang diridhoi dan diberkahi Allah  di dunia dan di akhirat. Allah Swt berfirman, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (TQS. al-A'raaf: 96).

Syarat "beriman dan bertaqwa" itu hanya dengan menjadikan agama Allah, Islam, sebagai pedoman hidup bermasyarakat dan bernegara. Mari kita berhijrah secara kaffah (dengan perubahan revolusioner) dari sistem kufur demokrasi menuju sistem Islam dalam naungan khilafah. Karena hanya dengannya, kita termasuk anak cucu kita, akan selamat, di dunia dan di akhirat. 

Wallahu a'lam bishawwab.
 
Top