Teks Foto: Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib atau Rocky.


Aceh Timur-NusantaraNews,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, berterima kasih kepada Negara Thailand, yang telah membebaskan belasan nelayan asal Aceh Timur dari tuduhan illegal fishing diperairan negeri gajah putih itu, Selasa (9/4/2019).

Selama dalam penahanan pihak keamanan Thailand, anak buah kapal (ABK) dan tekong KM Harapan Baroe 01 tersebut diperlakukan dengan baik. Bahkan hubungan baik antara Indonesia dengan Thailand, sehingga seluruh nelayan bersama kapal dibebaskan. 

Kita mengucapkan terimakasih ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang telah membantu melakukan koordinasi dan membangun komukani dengan KBRI di Thailand melalui Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Songkhla, sehingga belasan nelayan kita berhasil dipulangkan ke Aceh," kata Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, Rabu (10/4/2019).

Rocky--sapaan H. Hasballah HM.Thaib--berharap agar para nelayan Aceh khususnya nelayan Aceh Timur, dalam melakukan tangkapan ikan kedepan tidak boleh melewati garis perbatasan. "KM Harapan Baroe 01 dan seluruh kapal lain tidak lagi melakukan tangkapan ikan diperairan negara tetangga, karena resikonya adalah dihukum sesuai dengan ketentuan di negara itu," tutur Rocky mengingatkan.

Sebagaimana diketahui, belasan nelayan itu ditangkap dan ditahan pihak Coast Guard Thailand, Jumat (5/4) sore. Mendapat informasi itu, kemudian pihak KRI di Songkhla berupa menemukan para nelayan itu di Distrik Phuket, Thailand. 

Setelah KRI membangun komunikasi dengan Thailand, lalu belasan nelayan kita sepakat dibebaskan dengan catatan kedepan tidak mengulanginya," kata Rocky, seraya menandaskan, para nelayan tersebut pulang dengan KM Harapan Baroe 01 GT 21 dan tiba di Kuala Idi, Rabu (10/4) dinihari. (*).
 
Top