Penulis : Nelliya Ummu Zahra 
(Akademi Menulis Kreatif)

Memasuki bulan februari, tepatnya tanggal 14 februari biasanya disambut dengan antusias. Bukan tanpa alasan, karena, tanggal 14 februari ini adalah hari velentine day (V-day). Biasanya disebut juga hari kasih sayang. Saat orang-orang menjadikan hari itu moment untuk saling berkasih sayang, mengungkapkan perasaan kepasangan, memberikan hadiah, serta makan malam romantis.

Tampak dengan banyak nya ornamen serba pink,    kartu ucapan,  coklat berbentuk hati, tak ketinggalan buket bunga, dan hadiah yang menarik lainnya.

Semua ini menjadi sesuatu yang harus ada saat valentine day. Jika tidak,  terasa ada yang kurang. Namun, tahukah bagaimana sejarah valentine day?

Beberapa sejarawan menelusuri asal-usul Hari Valentine di zaman Kekaisaran Romawi kuno. Pada masa itu, orang-orang memperingati tanggal 14 Februari sebagai hari libur guna menghormati Juno yang merupakan Ratu Mitologis Dewa-Dewi Romawi. Orang Romawi juga menganggap Juno sebagai Dewi Perkawinan. 

Mungkin yang tidak asing dari orang awam adalah cerita seorang pastor bernama Santo Valentino yang menikahkan pasangan muda yang saling mencintai secara diam-diam dan kemudian mati dengan cara dipenggal. Nah untuk memperingati kematian Valentino ini, yang dianggap orang yang memperjuangkan cinta, maka setiap 14 februari identik dengan cinta dan kasih sayang.

Inilah sejarah valentine day 14 februari. Ternyata tidak ada hubungannya sama sekali dengan islam dan kaum muslimin. Tetapi kenapa khusus nya kaum muslimin di Indonesia ikut juga merayakan hari valentine day ini. Padahal islam dengan jelas melarang kita untuk mengikuti sesuatu jika tidak ada ajarannya dalam islam.

Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan)

Dari Umar radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

بعثت بين يدي الساعة بالسيف حتى يعبد الله تعالى وحده لا شريك له و جعل رزقي تحت ظل رمحي و جعل الذل و الصغار على من خالف أمري و من تشبه بقوم فهو منهم

“Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat hingga mereka menyembah Allah Ta’ala semata dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatupun, dan telah dijadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku, dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi siapa yang menyelisihi perkaraku. Dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Al Albana)

Hadist ini dengan gamlang dan tegas melarang kaum muslimin ikut merayakan sesuatu yang bukan berasal dari islam, termasuk valentine day.

Saat perayaan valentine day juga tak sedikit membuat orang melakukan kemaksiatan yang di murkai Allah Swt. Karena tadi, dengan alasan kasih sayang, berbagi kasih, sehingga melegalkan perbuatan  maksiat. Yang seharusnya tidak dilakukan hanya kepada pasangan yang halal saja, seperti seks bebas. Nah, pelakunya ini pun kebanyakan remaja.
Atas nam cinta, kasih sayang, sebenarnya hanya nafsu belaka.

Perayaan VD ini dijadikan ajang untuk melegalkan seks bebas. Atas dasar hari kasih sayang mereka yang merayakan memberikan apa pun kepada pasangannya termasuk menggadaikan kehormatan. 

Fenomena sex on valentine dikuatkan juga saat seorang penulis menjelang VD tahun 2004. Seorang penulis ini pernah melakukan survei terhadap remaja pinggiran Kota Bandung. Seperti Kota Cimahi, Batujajar, Padalarang, dan Kota Lembang. Dibantu Lembaga Telaah Agama dan Masyarakat (eL-TAM) penulis menyebarkan 500 angket ke siswa-siswi tingkat SMA di daerah tersebut. 

Dari 413 responden yang menjawab angket secara" sah" 26,4%, di antaranya mengaku lebih suka merayakan VD bersama kekasih atau gebetan dengan jalan-jalan, makan-makan, lalu berciuman (melakukan seks). Bahkan, lembaga sosial Family Health International (FHI) Jabar yang berkedudukan di Kota Bandung mempublikasikan hasil riset dan surveinya tentang perilaku seks remaja Kota Bandung. 

Dari penelitian itu disimpulkan bahwa 54% remaja Kota Bandung pernah berhubungan seks! Bahkan, persentasenya paling tinggi dibandingkan kota-kota besar lain seperti Jakarta (51%), Medan (52%), dan Surabaya (47%).

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel menuturkan, kebiasaan perayaan Hari Valentine alias Hari Kasih Sayang setiap 14 Februari, cukup berisiko bagi para remaja dan anak-anak.

Ada beberapa dasar terukur yang membuat Valentine's Day harus diwaspadai para orangtua. Di antaranya, kata Reza, data survei Kristen Mark yang menyebutkan bahwa 85 persen responden menganggap seks sebagai perkara penting pada perayaan di Hari Valentine.

"Begitu pula Sigi National Retail Federation, yang menyebutkan 51 persen orang akan melakukan 'itu' atau seks, pada momen yang diidentikkan sejumlah kalangan sebagai hari kasih sayang," kata Reza, kepada Warta Kota, Selasa (14/2/2017).
Dan omset penjualan kondom meningkat.

Sungguh miris melihat fakta seperti seperti ini.

Kenapa bisa seperti ini? Jawabnya karena budaya liberal dan hedonesme telah berhasil meracuni remaja saat ini. Remaja dilenakan, dialihkan dari identitas asli dirinya sebagai seorang muslim. Lebih suka mengikuti budaya kafir barat yang jelas menjerumuskan pelakunya kepada kemaksiatan. Sementara islam melarang kita untuk melakukan zina dan seks bebas.

Allah Swt Berfirman:

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32)


وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً
يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69).

Terkait perayaaan v-day ini, Majlis Ulama Indonesia Jambi sendiri telah mengeluarkan fatwanya larangan merayakan vatentine day.

tirto.id - Larangan merayakan Valentine dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi untuk umat muslim khususnya generasi muda. Imbauan ini diserukan karena merayakan hari Valentine setiap tanggal 14 Februari tidak sesuai dengan norma Islam.

"Budaya Valentine itu bukan budaya kita (muslim), jadi sebaiknya tidak usah dirayakan karena justru lebih banyak hal yang tidak bermanfaatnya," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi, Tarmizi di Jambi, Rabu (14/2/2018).

Tinggalkan lah segala bentuk kemaksiatan, segala bentuk kesia-siaan yang akan mengundang kemurkaan Allah Swt. Kembali kepada identitas kita sebagai seorang muslim, menjauhi segala apa yang telah dilarang oleh agama kita, yaitu agama islam. Termasuk latah ikut merayakan V-day.

Wallahua'lam bishowab
 
Top