Tanah Datar, nusantaranews.net,- Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk perencanaan tahun 2020 yang dilaksanakan di  Nagari Rao-rao Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat ini digelar kamis 7 februari 2019 di pasar kios lepas yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu.

Musrenbang yang dibuka langsung oleh Wali Nagari Rao-rao Fahmi Muhammad dalam pembukaannya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu undangan yang hadir "maaf, penyelenggaraan musrenbang kali ini kita adakan di dalam kios lepas pasar Rao-rao" ucapnya.

Fahmi Muhammad yang bergelar Dokterandes (Drs) dan juga seorang Haji ini mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan yang hadir dari Forkopimca, Forkopimda, Anggota DPRD Tanah Datar, tokoh-tokoh masyarakat dan semua yang hadir dalam acara musrenbang tersebut.

Ketua tim musrenbang kabupaten yang diwakili oleh Iswandi SE M.Pd mengharapkan kepada masyarakat untuk dapat berpartisipatif menyumbangkan saran dan pendapat, khususnya rencana yang terluput dari pembahasan disaat Pra Musrenbang, tidak tertutup kemungkinan rencana yang tertunda tersebut nantinya dijadika program skala prioritas guna mewujudkan mimpi atau keinginan masyarakat, tuturnya


Disaat Iswandi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Pemerintah Daerah Tanah Datar ini melakukan absensi terhadap peserta musrenbang, Ada tiga peserta undangan dari DPR-Daerah Tanah Datar yaitu Dekminil, Drs Yelfema Jurin dan Syahrial.

Agar terwujudnya kabupaten tanah datar yang madani, berbudaya dan sejahtera dalam nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah , untuk itu marilah kita secara bersama-sama mewujudkan itu, melalui musrembang ini, dharapkan kepada wali nagari agar dapat melaksanakan tatakelola yang transparan dalam pemerintahannya, juga dalam pengelolaan anggaran dana desa, dana pokir dan sumberdana lainnya, agar benar-benar tepat sasaran dan termasuk skala prioritas yang bermanfaat untuk masyarakat, sehingga ABS SBK dapat benar-benar terwujud,  dan tidak kalah pentingnya, jangan sampai ada penyalahgunaan wewenang, karna hal itu bisa mengarah pada pelanggaran hukum yang berujung dipenjara, tegasnya.


Sementara salah satu warga masyarakat setempat mengatakan "kok cuma tiga orang anggota dewannya, padahal didaerah (tarantang sayang) ini ada delapan orang wakil rakyatnya, sangat disayangkan sekali, disaat masyarakat butuh namun mereka tidak ada" ucap salah satu masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya ini kepada awak media. Ia juga menuturkan "bau amis darah sisa pasar ikan kemarin masih menyengat hidung, Pasarnya baru, tapi kebersihannya kurang" tuturnya kepada media ini. **simon
 
Top