Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, didampingi unsur forkopimda ketika meninjau Dayah Istiqamatuddin Miftahul Ma'arif di Desa Leles Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, Minggu (10/2/2019).

Aceh Timur-NusantaraNews Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman MoU antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki 2005 silam, mayoritas masyarakat menganggap perjuangan Aceh telah berakhir.

Sebagian masyarakat menganggap perjuangan GAM telah tiada lagi di bumi Serambi Mekah, sehingga sebagian mantan anggota GAM yang sebelumnya sama-sama berada dibawah payung Komite Peralihan Aceh (KPA) kini mulai pesimis dengan perjuangan Aceh ini.

"Jika direnungkan dan dipahami dengan nasib rakyat Aceh ketika dilanda konflik bersenjata, dan Aceh saat ini, kita yakin seluruh masyarakat termasuk mantan GAM masih tetap bersatu dan utuh," terang Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib atau Rocky, Selasa (12/2/2019).

Seandainya semua kalangan menggunakan kaca mata yang positif melihat Aceh secara menyeluruh, lanjut Rocky, tentu pola pikir masyarakat Aceh, terutama mantan anggota GAM akan terfokus terhadap perjuangan Aceh.

GAM dan masyarakat kini sudah saatnya untuk bersatu, tanpa kecuali. Ini demi perjuangan Aceh dimasa yang akan datang. Kita tidak menginginkan generasi dan anak cucu kita nantinya merasakan nasib yang sama seperti Aceh tempo dulu dilanda konflik bersenjata," terang Bupati Rocky.

Tidak sebatas melanjutkan perjuangan, tetapi mantan gerilyawan GAM itu berharap dan berdo'a semoga umat Islam di Aceh, menyatu dalam bingkai Ahlul Sunnah Waljmaaah. "Mari kita rapatkan barisan melanjutkan perjuangan Aceh yang belum selesai ini," tutup Rocky. (*)
 
Top