Oleh :Agussusanti (aktivisdakwah/anggota Amk3)

Bila hidup tidak beriman banyak orang fitnah memfitnah, bila kita mengikuti bisikan setan kebaikan hilang marwah pun punah. Pantun ini sangat cocok dengan gambaran kehidupan saat ini. Terutama permerintah yang individunya berstatus muslim tapi terus mencurigai muslim yang lain dengan mengatas namakan islam radikal.

Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkap ada 41 dari 100 masjid di lingkungan kementerian, lembaga serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terindikasi telah terpapar radikalisme. Direktur Sosial Budaya Baintelkam Polri, Brigadir Jenderal Merdisyam menambahkan masyarakat dan para kiai serta ulama harus mewaspadai masjid-masjid yang didominasi kelompok yang terpapar radikalisme Jakarta, CNN Indonesia Jakarta, Sabtu (17/11).

    Untuk mengantisipasi gerakan islam yang di anggap radikal, rezim sampai harus menurunkan mata-matanya di setiap penjuru masjid. Bahkan mereka menghimbau agar segera melaporkan apabila melihat atau mendengar ada kelompok islam radikal yang mulai memasuki dan berdakwah di masjid-mesjid. Adapun makna islam radikal yang mereka ungkapkan adalah untuk para ustadz, ulama, da’I dan para aktivis dakwah yang tidak setuju dengan sistem pemerintahan saat ini. Yang intoleran, mengharamkan pemimpin dari kaum kafir. Dan  yang menginginkan agar Indonesia menerapkan syariat islam secara kaffah dalam bingkai khilafah. Bagi mereka hal di atas adalah ajaran yang menyesatkan, dan mengancam NKRI. 
 
Sungguh ini adalah suatu kedangkalan berfikir, dan ini menunjukkan betapa lemahnya pemahaman kita terhada pajaran islam itu sendiri. Ini merupakan hasil dari penerapan sistem sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Alhasil banyak kaum muslim yang tidak memahami ajarannya sendiri. Hal inilah yang kemudian dijadikan alat untuk memecah belah umat, yakni dengan menciptakan aliran islam moderat atau yang sekarang lebih di kenal dengan nama islam Nusantara dan sebutan islam radikal.
 
Lalu siapakah yang  tergolong islam moderat ini?, tentu lebih dulu kita harus mengetahui makna dari islam moderat itu sendiri. Islam moderat ( moderate ) berasal dari bahasa Latin moderare yang artinya mengurangi atau mengontrol. Kamus The American Heritage Distionary of the English Language mendefinisikan moderate sebagai not excessive or extreme (tidak berlebihan dalam hal tertentu). Kesimpulan awal dari makna etimologi ini bahwa moderat mengandung makna obyektif dan tidak ekstrim, sehingga definisi akurat islam moderat adalah nilai-nilai islam yang dibangun atas dasar pola pikir yang lurus dan pertengahan (I’tidal dan wasath).
 
Alhasil kini nama islam radikal dan islam moderat terus dibenturkan, setiap ormas atau kelompok islam yang berpemahaman islam kaffah berarti mereka adalah kelompok islam radikal karena memaksakan seseorang untuk menjalankan hukum syara’ walaupun itu akan menyusahkannya. Misal seperti seseorang yang terbiasa memakai baju tanpa kerudung dan memaksakan untuk menggunakan hijab/ menutup aurat atau ajakan untuk meninggalkan riba, menjauhi hal yang mendekati zina dan lain-lain  dianggap menyusahkan bahkan memberatkan muslim itu sendiri. Meskipun ini adalah perintah dari sang illahi yang menciptakan manusia dan alam semesta.

Sementara bagi kaum muslim yang mendakwah kan islam moderat sebagai ajaran islam yang lebih toleran, tidak keras dan lebih mudah untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari dan yang terpenting masih sesuai dengan ajaran yang leluhur lakukan yakni tetap menggunakan adat istiadat meskipun ini bukan warisan islam.

Maka jika kita menyadari yang sesungguhnya berbahaya adalah paham islam moderat, islam Nusantara dan sebagainya. Sebab mereka mengurangi bahkan menghilangkan banyak hukum islam yang seharusnya di lakukan setiap hamba Allah. Islam radikal sendiri sesungguhnya tidaklah seperti yang pemerintah tuduhkan. Justru yang mereka anggap islam radikal sebenarnya adalah orang-orang atau kelompok yang menjalankan syariat islam sesuai yang diperintahkan Allah dan juga Rasulullah. Sebagaimana yang terteradalam Al-qur’an dan hadist. Jika menerapkan semua yang di perintahkan Allah mereka anggap radikal, maka hal itu lebih baik di hadapan Allah. Sebab Allah telah memerintahkan agar kita menjalankan islam secara keseluruhan. Sebagaimana firman Allah yang artinya ;
 
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.(qs. Ql-baqarah 208)

Sementara islam moderat yang mereka anggap lebih lembut dan mudah di jalankan sama sekali bertentangan dengan ayat di atas yang sangat jelas mengatakan wajibnya seorang muslim menjalankan syariat islam secara keseluruhan, tidak pilih-pilih, ataupun menunda bahkan mengkaburkan perintah Allah. jika demikian maka hanya kesengsaraan yang akan mereka dapatkan,  sebagaimana firman Allah yang artinya  ;"Apakah kalian akan beriman kepada sebagian isi kitab dan mengkufuri sebagian isi yang lain. Maka, tidak ada balasan bagi orang yang melakukan hal itu, selain kehinaan dalam kehidupan di dunia, serta pada hari kiamat nanti akan diseret kedalam adzab yang sangat pedih." (Qs. Al Baqarah: 85) 
 
Sudah sangat jelas mana sesungguhnya yang harus di khawatirkan yakni faham-faham yang mencoba mengkaburkan ajaran islam. Dewasa ini kaum muslimin sudah banyak yang menyadari bahwa menerapkan islam kaffah tidaklah radikal, justru yang mencoba menghalangi diterapkannya islam kaffah di bumi Allah lah yang pantas disebut radikal.

Namun rezim tidak turut diam melihat hal ini, mereka terus berupaya untuk mencari celah untuk menjelekkan dan menyudutkan islam itu sendiri. Terutama bagi gerakan politik islam, ini adalah ancaman terbesar untuk pemerintah. Maka dari itu kitasebagai kaum muslim jangan sampai termakan dari isu radikalisme yang dibuat oleh rezim. Sebab sejak islam pertama kali diturunkan di muka bumi Allah sudah menetapkan bahwa islam adalah rahmatan lilallamin, rahmat bagi seluruh alam semesta. Islam adalah agama yang damai dan membawa kebaikan bagi yang memeluk dan yang di sekitarnya (bukan islam).

Adapun segala problematika yang terjadi saat ini adalah akibat dari penerapan sistem sekuler warisan kafir barat. Maka sudah sepatutnya kita kembali pada islam yang sempurna, bukan islam moderat atau islam nusantara. Dan hanya dengan penerapan sistem islam kaffah kesejahteraan akan benar-benar bisa kita rasakan dan mendapat keridhoan dari sang Kholiq.

Wallahua’almbishawab
 
Top