N3 Payakumbuh  -Checking Terakhir para atlet Payakumbuh yang akan berangkat pada kompetisi Porprov 2018 pada 19-28 November 2018 di Kabupaten Padang Pariaman Mendatang, langsung dipimpin oleh Walikota, Riza Falepi, di Ngalau Resto, Selasa (13/11).

Dalam checking ini, orang nomor satu di Kota Payakumbuh ini dipaparkan kondisi para atlet terkini oleh ketua KONI Payakumbuh, Yusra Maiza dan kepala Disparpora, Elfriza Zaharman.

Dalam paparan Kadisparpora, dari 35 Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan, Payakumbuh mengikuti 31 cabor.

Empat cabor ini tidak bisa diikut sertakan karena tidak ada atlit dan pengurus Cabor. Hal ini dirasa tidak akan mengganggu target Payakumbuh untuk mempertahankan prestasi pada posisi 10 besar. Empat Cabor itu adalah Bridge, Kriket, Balap Sepeda, Gulat.

Menanggapi hal itu Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menjelaskan dirinya tidak terlalu memikirkan peringkat berada Payakumbuh pada Porprov 2018 ini.

Dirinya hanya menginginkan selepas Porprov ini ada atlet yang memang berasal dari Payakumbuh bisa diantarkan ke kancah internasional.

“Saya tidak memaksa soal target mau di urutan berapa perolehan emas kita nanti. Tidak perlu nomor 1,2,3. Berada di 10 besar saja. Tapi ingat, target saya adalah ada atlet yang bisa dibawa kekancah internasional selepas Porprov ini. Itu putra asli Payakumbuh yang berangkat di Porprov ini,” kata Riza.

Bagi Riza, Porprov bukan ajang kompetisi yang sesungguhnya. Melainkan peluang untuk menakar seberapa berkompeten atlit Payakumbuh. Pasalnya, seluruh atlet yang dibawa seluruhnya adalah putra-putri Payakumbuh. Tanpa ada satupun atlit bayaran dari Luar Payakumbuh.

“Seluruhnya 391 atlit yang berangkat. Itu semuanya urang asli Payakumbuh. Tidak ada atlit bayaran. Saya tidak bangga ada medali dari atlit bayaran,. Jadi manfaatkan Porprov ini sebagai ajang untuk menakar kemampuan atlit kita ini” katanya.

Karena itulah, Riza menaikkan bonus bagi atlit yang memperoleh medali. Untuk emas, dipastikan langsung mendapatkan tabanas sebesar Rp 40 juta, perak Rp 15 juta dan perunggu Rp 8 juta.

Untuk pembinaan atlit, di tahun 2019 Riza berjanji akan menaikkan anggarannya dan menginstruksikan seluruh sekolah agar menganggarkan juga dana untuk ekskul olahraga berprestasi.

Namun, setelah itu, diharapkan KONI Payakumbuh turun ke sekolah-sekolah untuk menyaring siswa sebagai atlet potensial.

“Untuk soal pembinaan atlit ini, saya janji. Tahun 2019 akan saya naikkan anggarannya. KONI harap lebih aktif ke depannya,” jelasnya. (Rahmat Sitepu)
 
Top