N3,Sarolangun ~ Sehnal Yamudin yang bekerja sebagai tenaga honorer di BP3K Kecamatan Batang Asai sebagai PPL WKPP di Desa Datuk Nan Duo mengeluhkan statusnya sebagai tenaga honorer lantaran sampai saat ini SK dan gaji belum diterimanya.Padahal dari bulan Januari sampai Mei 2018 ia masih aktif bekerja.

Dimana menurut dirinya,ia bekerja di BP3K Batang Asai dibawah naungan Dinas Tanaman Pangan Horticultura dan Perkebunan (Dinas Pertanian) Sarolangun sebagai PPL sudah 5 tahun lebih sebagai honorer.

"Dari januari sampai Mei 2018 saya masih kerjo aktif seperti biasa.Akhir bulan Mei 2018,saya dapat kabar jika SK kontrak saya tidak diperpanjang tanpa sebab dan kejelasan yg pasti kenapa saya di berhentikan,"ucap Sehnal.

Saat dirinya mengkonfirmasi ke Dinas Pertanian,dan mempertanyakan masalah ini tidak ada alasan yg diberikan oleh Dinas Pertanian,padahal menurut dirinya tidak pernah mendapat teguran secara lisan ataupun secara tertulis.Dirinya juga pernah menanyakan hal ini kepada Kepala BP3K Batang Asai jika hal ini lantaran ulah tim sukses pada Pilkada kemarin.

"Kepala BP3K Batang Asai menyebutkan jika penyebab saya diberhentikan dan diganti orang lain karena tim sukses pak Bupati,"ujarnya.

Sehnal juga menyebutkan,jika terkait masalah perpanjangan SK Honda tersebut,sempat diri dan orang tuanya menemui Bupati Sarolangun H.Cek Endra dan pada saat itu SK tersebut di disposisi oleh Bupati untuk diteruskan ke Dinas BKPSDM pertanggal 25 Mei 2018.Saat mempertanyakan ini kepada Kabid Mutasi,Ia menyebutkan jika buat SK itu gampang tapi anggaran gaji untuk dibayarkan kepada saya tidak ada lagi.

"Jika memang tidak ada anggaran lagi untuk gaji mengapa ada penambahan 6 orang di BP3K Batang Asai,"tegasnya.

Diakhir penjelasannya,Sehnal meminta kepada Pemkab Sarolangun mengeluarkan SK dan gajinya selama tahun 2018 dan ia juga meminta kepada penegak hukum dan Kejaksaan jika ada oknum di Dinas Pertanian yang memanipulasi data perpanjang kontrak nya agar di proses dan diusut sampai ke akar-akarnya.

"Intinya satu,tolong hak saya,seperti gaji dan uang Perjalanan Dinas saya dibayarkan karena selama Bulan Januari sampai Juni 2018 saya masih aktif kerja sesuai dengan absen di BP3K,karena di bulan Mei teman yang lain menerima gaji sedabgkan saya tidak"pintanya.

"Saya akui mulai bulan Juli sampai dgan sekarang bulan November saya tidak aktif lagi,karena malu mau kerja SK dan gaji tidak ada lagi,"tambahnya.

Terkait hal ini Sehnal menjelaskan,jika dirinya mempunyai bukti rekaman percakapan Kadis Pertanian dan Kabid Mutasi BKPSDM yang menyebutkan,jika Dinas Pertanian menerima surta dari BP3K Batang Asai yang menyatakan jika kami sebanyak 6 orang tidak aktif sedangkan buktinya kami aktif.

"Semoga masalah ini ada titik terang,dan cepat selesai,"pungkas Sehnal. (SRF)
 
Top