Penulis : Desri Ayunda

Hampir saban hari, saya ditemui anak-anak muda dari berbagai tempat di Kota Padang. Mereka mengusulkan berbagai kegiatan menarik. Ada yang bersifat seni dan olahraga. Seni tradisi maupun modern. Seni bela diri maupun seni suara. Olahraga volley ball maupun bola kaki. 

Dua hal itu, seni dan olahraga, memang sudah akrab dengan saya sejak remaja hingga sudah punya cucu hari ini. Mereka yang menemui saya ini, tentulah para remaja, anak kemanakan kita dan anak dari teman-teman seangkatan saya. Apalagi yang tahu bagaimana saya di masa remaja di seputaran Tabing sana. 

Anak-anak muda ini memiliki keinginan untuk berbuat, berkegiatan, melepas energi positif sebagai orang muda. Begitulah generasi muda, mereka butuh ruang dan kesempatan untuk melakukan kegiatan. Jika dilarang ini dan itu, lain pula yang akan mereka kerjakannya nanti, energi mereka untuk tampil sangatlah besar. Karena itulah, penting sekali untuk disalurkan.

Bagi ranah minang, rang mudo adalah membuat tapian menjadi elok. Elok tapian dek nan mudo, Elok nagari dek pangulu, Elok musajik den tuanku, Elok rumah dek bundo. Memang, generasi mudalah yang membuat ramai, penuh semangat dan keinginan. Jika tidak ada anak muda, maka akan sunyi sepi  halaman dan tapian sebuah nagari. 

Kini, di tengah abad yang berlari, fungsi generasi muda juga begitu. Rami alek dek nan mudo. Akan meriah acara baralek karena ada generasi muda. Namun yang perlu diingatkan ke mereka, begitu cepat waktu berlalu. Begitu sebentar waktu muda itu dimiliki. Bergegaslah memilih jalan hidup, hendak kemana dan bagaimana di masa tua. Bersiap diri untuk menakluk gelombang dalam pelayaran hidup nantinya.  

Peran orang tua dan sistem komunal kita masih dapat diharapkan untuk mengarahkan generasi muda, tetapi peran itu terus mengecil seiring perkembangan pergaulan. Buktinya sudah ada yang sangat longgar dan permisif sehingga godaan-godaan menjerumuskan mereka selalu terlambat diantisipasi. Jatuhlah korban. Generasi muda kebut-kebutan di jalanan, mencoba narkoba, hingga berlanjut kepada yang lebih parah dari itu. Kita bisa membaca data dari kepolisian, angka-angka dan kecenderungannya. Misal, angka kecelakaan lalu lintas, angka anak muda terlibat narkoba, dsb. Semoga ada kebijakan baru untuk menekan angka ini tumbuh setiap tahunnya. 

Jika sejak dini, mereka diarahkan ke kegiatan positif, maka mereka akan jauh dari hal-hal yang mengerikan di kemudian hari. Arahan itu tentulah dimulai dari keluarga di rumah, lingkungan, sekolah, serta kebijakan-kebijakan publik dari pemangku kepentingan terhadap generasi baru. Artinya, ketika mereka berkembang, sudah dikelola dengan baik oleh sebuah sistem yang positif mengarahkan mereka. 

Menjaga generasi muda dari godaan-godaan yang menjerumus masa depan, mengarahkan kepada kegiatan positif, berprestasi, memerlukan kebijakan strategi dan membangun image melalui idola-idola baru. Melalui kanal-kanal baru. Hal ini sudah terasa lepas, dimana televisi, gadget telah membuat mereka terlena. Pemangku kebijakan jauh tertinggal di belakang. Terlambat mengantisipasi. 

Namun demikian, harapan harus dijaga, dengan teknologi yang sudah berkembang, abad yang informasi yang begitu cepat, semestinya generasi muda kita lebih cepat melesat. Fasilitas-fasilitas itu dapat digunakan dengan baik dan benar. Bukan sekadar dimanfaatkan untuk hal-hal hiburan. Bisa dialihkan menjadi lebih positif. Sekadar misal, ada ivent di India, China, kompetisi game online dan game android. Hadiahnya besar. 

Seperti balapan liar yang dialihkan ke sirkuit resmi, begitu pula mereka yang main game di rental dialikan ke kompetisi game online resmi. Buatkanlah arenanya. Ini hanya salah satu contoh cara menyalurkan. 

Pada kasus lain, ditemukan ada anak-anak muda dari Kota Padang yang menonjol dan sukses dalam bidang teknologi informasi dan media elektronik. Mereka sudah berbicara dan bermain di tingkat nasional. Satu dua anak kemanakan kita ini melesat setelah diantarkan sejak dini di depan komputer. Ini membahagiakan tentunya. Tetapi yang patut dicatat, mereka yang sudah melesat ini, umumnya dari keluarga yang sadar atas masa depan lalu punya kemampuan untuk melakukannya. 

Persoalannya, bagaimana dengan yang tidak punya kemampuan untuk itu? Di sinilah kehadiran pemerintah ditunggu. Tidak boleh terlambat, apalagi absen. Kehadiran pemerintah dalam bentuk kebijakan strategis yang cepat untuk generasi muda, yang energinya luar biasa itu. Menyalurkannya menjadi prestasi dan prestise bagi keluarga, sekolah dan Kota Padang. Lebih penting lagi, menjadi modal masa depan generasi baru kita. **
 
Top