N3, Padang ~ Calon Wakil Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Desri Ayunda mengajak relawan dan pendukung Emzalmi-Desri untuk meraih kemenangan dengan santun dan jujur. 

Ajakan itu disampaikan Desri Ayunda ketika bersilaturahmi dengan 170 Relawan Emzalmi-Desri Kecamatan Koto Tangah, Minggu, 29 April 2018.

Ia mengungkapkan, kalau dirinya mau curang, maka pada Pilkada 2014 dirinya sudah menjadi walikota. Pasalnya, saat itu dirinya hanya kalah tipis, karena pasangan Mahem menang telak di Kuranji dan Pauh. 

"Mari kita raih kemenangan dengan santun dan jujur. Untuk apa kita menang kalau proses menuju kemenangan tersebut dengan kecurangan. Kalau kita mau menempuh jalan curang, saya sudah menjadi walikota 2014 karena kita kalah tipis pada saat itu," ujarnya.  

Ia menegaskan, dirinya tidak mau mendapatkan amanah jabatan dengan cara-cara curang dan intrik kotor. Makanya, ia mengimbau kepada Relawan Emzalmi dan Desri di mana saja berada agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan santun.

"Kita kawal proses demokrasi ini,  walaupun kita tidak mau mencurangi, tetapi kita juga tidak ingin dicurangi. Mari kita sukseskan Pilkada serentak 27 Juni 2018  yang mana kita ambil bagian sebagai peserta di Pilkada ini," pungkas mantan Kepala Biro Humas PT Semen Padang ini.

Dikatakannya, Emzalmi dan dirinya sejak dari awal telah menyatakan sebagai pemimpin untuk semua lapisan masyarakat Kota Padang dengan program menjadikan Kota Padang sebagai kota maju, religius, dan madani berbasis pendidikan, pariwisata, dan perdagangan.

"Emzalmi dan Desri berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama, sosial dan budaya masyarakat Kota Padang berlandaskan falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato, Adat Mamakai". Maka dari itu, mari kita ajak masyarakat ke TPS pada 27 Juni 2018 untuk menggunakan hak suaranya," tuuknya.

Rekam Jejak

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Relawan Pemenangan Emzalmi dan Desri Ayunda, Zailis Usman menjelaskan rekam jejak pasangan calon nomor urut 1, Emzalmi dan Desri Ayunda.

"Kita tahu, keberhasilan pemerintah sekarang melanjutkan penataan Pantai Padang dan Pasar Raya tidak terlepas dari konsep dan pemikiran serta arahan seorang Emzalmi, baik ketika menjadi Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang maupun sebagai wakil walikota saat ini," ungkapnya.

Dikatakannya, selama berkarir sebagai birokrat di Pemerintahan Kota Padang, banyak jabatan strategis yang telah dipercayakan kepada Emzalmi. Seperti, Kepala Dinas Tata Kota, Kepala Bapeda, Kepala Dinas PU, dan terakhir Sekdako. 

"Kalau kita lihat lagi calon Wakil Walikota kita, Pak Des, kita tahu Pak Des seorang yang berhasil di bidangnya. Pak Des berkarir di BUMN dan memegang jabatan strategis yang menentukan," ulasnya.

Desri Ayunda, jelas Zailis, merupakan seseorang yang paham dengan ekonomi dan penataan ekonomi itu sendiri. Makanya, diyakini pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda akan mampu membenahi infrastruktur dan ekonomi daerah ini. 

"Pembenahan infrastruktur, seperi pengendalian banjir adalah persoalan mendesak di kota ini. Begitu pula soal kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan di kota ini mencapai 26 persen," tegasnya. 

Daerah Pinggiran

Selema ini, daerah Padang Pinggiran Kota (Papiko) selalu tertinggal dari segi pembangunan. Salah satu alasan warga kota menjadi Relawan Emzalmi dan Desri Ayunda adalah agar daerah Papiko mendapat perhatian serius.

"Kami mau bergabung jadi Relawan Pemenangan Emzalmi dan Desri  agar daerah pinggiran kota ada perubahan. Selama ini daerah pinggiran kota sangat kurang diperhatikan," ungkap Shintia Febrian Desi, salah seorang Relawan Emzalmi dan Desri di Kelurahan Balai Gadang.  

Pada prinsipnya, ujar Shinta, masyarakat Kota Padang membutuhkan pemimpin untuk semua lapisan masyarakat, bukan pemimpin sekelompok masyarakat atau partai politik tertentu saja. 

"Boleh pemimpin sekarang berkilah mereka juga untuk semua lapisan masyarakat, tetapi fakta yang ada bertolak belakang. Apa yang dirasakan oleh sebagian masyarakat," pungkasnya. By
 
Top