N3, Padangpanjang ~ Sudah lama dikenal di negara ini, kalau rumah makan padang itu bercita rasa tinggi. Bertebaran dari kota sampai ke desa pinggir jalan.  Tapi bila anda berkunjung ke Sumatera Barat akan lebih sepesifik lagi masakan padang itu.

Seperti di Pariaman dikenal  nasi sebungkus kenyang, atau nasi sek. Lauknya ikan segar yang baru keluar dari laut. Di Bukittinggi ada nasi kapau, yang khas dengan  usus padat berisi. Sedangkan di Kota Padang Panjang ada nasi kabaka dibungkus daun pisang.

Nasi kabaka atau nasi buat bekal, adalah sebuah cara  ibu-ibu di Minangkabau masa dulu, membekali anggota keluarganya saat hendak berpergian. Dengan cara  dibungkus daun pisang,  citarasa nasi kabaka tetap terjaga selama di perjalanan.

Padang Panjang yang berpenduduk sekitar 53.000 jiwa, dikenal dengan masakannya yang enak. Hal ini didukung iklim yang dingin, 17,4 – 28,8 derajat celcius. Pemandangan melihat Gunung Marapi, Singgalang, Tandikat dan Bukit Barisan. Ada sawah, lembah  Danau Singkarak yang indah terlihat dari jauh di beberapa tempat.

Tambah lagi letak kota yang sangat strategis di pertigaan jalan darat jantung Sumatera. Padang Panjang dilewati  lintas tengah Sumatera dari Aceh ke Lampung menuju Jawa, dan dari Padang ke  Pekanbaru, Dumai menuju Melaka-Malaysia. Ini memungkinkan untuk mudah disinggahi. Dekat dari Bandara International Minangkabau, sekitar 60 km. 

Objek wisata di kota ini juga banyak dan beragam. Seperti  wisata sejarah dan budaya (historical and cultural tourism), pemandian Lubuk Mata Kuciang, wisata kampus (educational tourism), wisata kesehatan (health tourism), wisata ivent (event tourism), wisata religi, kuliner, agrowisata, dan wisata alam.

Saat ini, Pemko Padang Panjang,  menjadikan nasi kabaka sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner yang ada di kota itu. Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang Panjang, Dalius Rajab bersama Kepala Bidang Pariwisata, Medi Rosdian,  menceritakan beberapa waktu lalu,  nasi kabaka merupakan nasi yang dibungkus padat menggunakan daun pisang lembut, lauknya dibenamkan ke dalam nasi. 

Lauknya seperti di rumah makan biasa, ada telor, ikan, ayam, rendang, jengat, dendeng.  Tetapi pada nasi kabaka, lauk itu sejak  awal dimasukan ke tengah nasi. Nanti begitu dibuka, wangi daun pisang menyeruak membuka selera. 

"Hingga kini tempat usaha nasi kabaka di Padang Panjang ada sembilan buah. Harganya berkisar antara Rp.12.000 hingga Rp.17.000 per bungkus," kata Dalius.

Disebutkan, sejak tahun 2016, pihaknya sudah menjual nasi kabaka sebagai paket perjalanan wisata ke bandara, tetapi tidak begitu banyak wisatawan yang berminat karena kurangnya informasi tentang nasi kabaka ini. 

Sementara Medi Rosdian, mengatakan, Pada tahun 2018,  Dinas Pariwisata kembali akan membuat nasi kabaka sebagai produk unggulan. “Kami akan jadikan kuliner nasi kabaka ini sebagai produk unggulan serta mempunyai nilai jual yang tinggi untuk wisatawan dan masyarakat,” jelas Medi.

Dikatakan, untuk mewujudkan hal itu, Dinas Pariwisata mengajak pengusaha kuliner Padang Panjang agar mau menyiapkan nasi kabaka di tempat mereka jualan, baik sebagai produk unggulan maupun produk tambahan. 

Selain itu,  juga akan bekerja sama dengan travel agent agar mempromosikan nasi kabaka kepada wisatawan yang singgah dan  melintasi Padang Panjang. 

Bagi anda yang berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa singgah ke Padang Panjang menikmati nasi kabaka...
 
Top