N3, Lumajang ~ Adanya situs cagar budaya peninggalan kerajaan di Lumajang saat ini menjadi perhatian banyak pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Lumajang. Apalagi pasca terjadinya longsor yang berdampak pada salah satu situs cagar budaya, yakni Situs Biting yang berada di Desa Biting Kecamatan Sukodono beberapa waktu yang lalu.

Plt. Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes., yang meninjau lokasi longsor Situs Biting, Senin (26/2/2018) meminta instansi terkait untuk segera melakukan penanganan sehingga tidak berdampak luas, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata ruang serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang.

Lebih lanjut, sebagai antisipasi kerusakan yang lebih parah, Plt. Bupati juga meminta agar kawasan tersebut diberi tanda sehingga masyarakat juga tau dan ikut merawat situs tersebut.


Untuk menindak lanjuti  kunjungannya tersebut terhadap situs biting Plt Bupati juga menerangkan kepada media bahwa pemerintah sudah menganggarkan untuk perawatan situs, namun memang belum menjadi prioritas, Ia berharap kedepan, Lumajang yang nantinya akan terpilih bisa membuat program dan pendanaan sehingga kebutuhan perawatan situs dapat tertangani dengan baik.selasa (27/2/2018)

Namun untuk melakukan penanganan awal, Plt. Bupati meminta Kepala Disparbud Lumajang untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur serta Badan Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur agar segera direkontruksi oleh tim ahli.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Deni Rohman, AP., menjelaskan saat ini  sementara masih ditangani oleh BPBD Lumajang, namun pihaknya akan segera melaporkan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait

Disisi lain, salah satu pemerhati Situs Biting, Mansur menyampaikan bahwa saat ini masyarakat masih kurang peduli terhadap Situs Biting yang diperkirakan berusia sekitar 700 tahun. Ia meminta agar pemerintah juga melakukan sosialisasi terkait dengan keberadaan situs tersebut. Sudah ditemukan bangunan situs berupa menara pengawas di setiap sebrang sungai sejumlah 6 di biting, namun saat ini tersisa 2 yang salah satunya terdampak longsor.(wahyu)
 
Top