N3, Padang ~ Arang hitam dunia pendidikan tercoreng, pasalnya, pihak sekolah SMKN 2 Padang dibawah naungan Dinas Provinsi Sumatera Barat, diduga telah melakukan pembiaran atas tindak kekerasan yang dilakukan siswanya Gani dengan memukul dan menerjang teman lokalnya  siswi Imelda dalam lingkungan sekolah mereka sendiri.


Akibatnya Imelda yang mengalami memar dan nyaris pingsan terpaksa dilarikan orangtuanya kerumah sakit RS. Reksodiwiryo Padang untuk mendapat pertolongan.

Ironisnya, paska kejadian yang dialami Imelda pada Jumat (19/1) lalu, pihak sekolah malah tidak mengambil tindakan apa apa kepada korban. Sehingga Yas selaku orang tua korban mendapat informasi  harus datang kesekolah untuk melarikan anaknya yang saat itu dengan kondisi setengah pingsan kerumah sakit.

Kejadian berawal pada Jumat (19/1) lalu, dimana saat jam istirahat siang, Imelda didatangi Gani bersama dengan rekannya. Dan sesampai dihadapan Imelda, keduanya terjadi adu mulut,  Sementara, teman Gani yang lainnya dengan mempergunakan ponsel, juga sibuk merekam kejadian tersebut.

Dan tenyata terjadinya tindak kekerasan terhadap diri Imelda, telah dengan sengaja dikondisikan dan direncanakan sendiri oleh Gani. 

Hal ini terungkap saat keluarga korban bersama media berupaya mengkonfirmasi atas terjadinya tindak kekerasan terhadap Imelda kepada pihak sekolah.

Dihadapan para majelis guru dan Badan Konseling (BK) Berinisial (A) yang kebetulan juga merangkap wakil Kepala Sekolah di SMKN 2 Padang, teman Gani mengakui, bahwa ia memang dengan sengaja merekam kejadian itu, karena telah ada pembicaraan sebelumnya dengan Gani

Dari pengakuannya, dikatakan apabila Imelda memukul Gani, maka Ia siap merekamnya, namun apabila Gani yang melakukan pemukulan, maka rekaman dihentikan.

Akhirnya, setelah dilakukan komunikasi antara pelaku dan korban, yang dihadiri  orang tua kedua belah pihak, diperoleh kesepakatan bahwa antara keduanya  saling memaafkan. Dan Gani juga membuat surat pernyataan diatas materai untuk tidak berbuat dan melakukan perbuatan yang sama lagi, baik kepada Imelda maupun kepada kawan lainnya didalam lingkungan sekolah.

Yudi, selaku mamak (Paman) dari Imelda  kepada wartawan www.nusantaranews.net mengatakan bahwa Ia menyesali sikap kurangnya perhatian dari pihak sekolah dalam merespon atau mengambil tindakan pertolongan terhadap siswanya yang nyaris pingsan setelah mengalami tindak kekerasan.

Dan lagian, setelah kejadian ada oknum Guru berinisial (L) mengetahui peristiwa itu. Namun mengapa tidak diambil langkah tindakan untuk mengobati korban yang nyaris pingsan.

Namun sudahlah, persoalan ini telah berlalu, dan kedepannya ia harap agar pihak sekolah lebih peka lagi atas adanya peristiwa yang terjadi dilingkungan sekolah, kata Yudi. NL




 
Top