N3, Tarakan ~ Ancaman pemahaman terorisme di Indonesia hingga saat kini masih mengancam keselamatan idiologi bangsa Indonesia terutama Kalimantan Utara pada umumnya.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengadakan seminar WORKSHOP video festifal di bawah sang merah putih yang di selenggarakan di Hotel Royal Tarakan,Kalimantan Utara. dalam acara tersebut hadir Sekertaris Provinsi Kalimantan Utara Badrun, Komandan Dandim  0907 Tarakan, Polres Tarakan Guru dan pelajar, Organisasi Masyarakat se kota Tarakan.

Tarakan salah satu kota di Indonesia yang terindindikasi pelintasan pelaku teroris dari negeri Malaysia seperti Dr Azahri kepulau Jawa menjadikan TNI POLRI dan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT) mewaspadai keluar masuknya orang dan kebudayaan asing yang berbatasan dengan Malyasia, Brunai dan Filiphina,

Menurut Komandan Distrik Militer Kota Tarakan 0907 Letkol Pujud Sudarmanto bahwa TNI dan Polri sangat mewaspadai aliran terosisme yang masuk melalui perbatasan langsung dengan Malaysia Brunai dan filipina.

“Dengan kejadian di Filiphina hingga saat ini TNI Polri sangat mewaspadai konflik melawan ISIS, sehingga TNI dan Polri melakukan pengamanan ekstra ketat menjaga keutuhan wilayah Indonesia dan mewaspadai didalam menangulangi pemahaman terorisme” Jelas Pujud.

Pujud menerangkan salah satu cara melawan Terorisme selian dengan perang yaitu dengan cara melakukan pembuatan film dokumenter tentang NKRI dan keindahan kebersamaan.

Atas dasar dorongan menangkal pemahaman Terorisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) masyarakat Tarakan,Kalimantan Utara salah satunya membuat film dokumenter kecil bersama keluarga untuk masyarakat tentang bahayanya terorisme yang mengancam kedaulatan Keluarga dan NKRI.
 
Top