N3 Limapuluh Kota -  Mengetahui ada warga Jorong Batu Nan Limo, Nagari Koto Tangah Simalnggang, Kecamatan Payakumbuh Zainal Arifin (78) yang rumahnya terkena musibah kebakaran, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi langsung bergerak ke lokasi memberikan bantuan.
Dalam kunjungan itu Bupati Irfendi Arbi yang didampingi OPD terkait diantaranya, Kabag Humas dan Pemberitaan H. Joni Amir, Camat Payakumbuh Aimel Nazra serta Wali Nagari Koto Tangah Simalanggang Hendra M. Dt. Bogah, secara langsung menyerahkan bantuan untuk tanggap darurat bencana yang diterima langsung korban, adapun bantuan yang diserahkan berupa selimut, tikar serta sembako dan keperluan lainnya kepada para korban.
Irfendi Arbi berharap, dengan bantuan ini bisa sedikit  menghibur anggota keluarga korban kebakaran, yang saat ini sedang dalam bersedih, karena musibah kebakaran. “Semoga dengan bantuan ini akan dapat menghibur dan meringankan beban keluarga Bapak Zainal yang saat ini sedang bersedih karena tempat tinggalnya habis terbakar.” Ucap Irfendi. 
Kepada Camat Payakumbuh Aimel Nazra serta OPD terkait, Irfendi pun  perintahkan agar dapat membantu memfasilitasi mengurus surat-surat berharga serta keperluan-keperluan lainnya dari para korban. “Camat Payakumbuh saya perintahkan agar dapat membantu memfasilitasi mengurus surat-surat berharga dan keperluan-keperluan lainnya dari para korban yang mengalami musibah kebakaran ini,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Limapuluh Kota itu pun menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa keluarga tersebut serta memberikan dorongan dan semangat untuk tetap berjuang melanjutkan kehidupan. “ Saya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga,” katanya.
Disamping itu Irfendi menghimbau,“Kepada masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, untuk lebih ekstra hati-hati, terutama memasuki musim panas, jangan sepele dengan api,” pesan Irfendi

Kebakaran yang ditenggarai akibat arus pendek listrik ini terjadi sekitar jam 08.00 pagi, beruntung, api  tidak meluas dan menimbulkan korban jiwa, namun semua dokumen kependudukan, ijazah, serta surat-surat berharga lainya habis dilalap sijago merah, sementara itu para korban yang terdiri dari dua kepala keluarga dengan empat jiwa itu untuk sementara ditampung di tempat keluarganya.(Rahmat Sitepu)
 
Top