N3 – Payakumbuh. “Indeks perceraian di Sumbar sangat tinggi, malahan melebihi indek nasional. Kondisi ini mesti di cegah jangan sampai terjadi”, itulah sebagian dari materi yang disorot Gusrizal Gazahar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat. Dihadapan puluhan pengurus MUI Sumbar dan se-kota/kabupaten di  Sumbar saat Rapat Kerja Daerah di Hotel Mangkuto, Kota Payakumbuh.

Dalam paparannya Gusrizal Gazahar mengungkapkan dari diskusi dengan sejumlah pengadilan agama yang ada di Sumbar didapatkan fakta bahwa yang paling banyak di Sumbar bukan penceraian, melainkan minta diceraikan. 

“Bukan suami yang menceraikan istri, melainkan istri yang minta cerai kepada suami. Begitulah kondisi saat ini,”ucapnya lagi. Dari data yang didapat ketika dirunut kembali,  permintaan cerai tersebut banyak dilakukan oleh istri yang berstatus pegawai negeri. “Ketika ditinjau lagi, istri yang berstatus pegawai yang banyak mengajukan cerai. 

“Kalau di dalami lagi adalah PNS yang berprofesi sebagai guru dan didalami lagi guru yang sudah bersertifikasi. Ini lah yang paling banyak mengajukan cerai di Sumbar ini sehingga kondisi ini berdampak terhadap anak dengan kondisi orang tua mereka yang tidak rukun lagi,” ungkap Gusrizal Gazahar.

MUI Sumbar mengajak seluruh pengurus MUI di se-kabupaten kota agar ikut andil dalam mencegah praktek perceraian di lingkungan rumah tangga. Juga yang tidak kalah pentingnya untuk jadi pusat perhatian adalah peredaran narkoba, maraknya LGBT serta banyaknya penderita HIV . “Hal ini tentu saja berpotensi kerusakan kepada generasi muda Sumbar kedepan,”terang Gusrizal.(Rahmat Sitepu)

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved