N3, Padang ~ Sekitar jam 14.30wib siang tanggal 22 maret 2017 forum masyarakat minangkabau melakukan aksi demo didaerah pondok kecamatan padang selatan.

aksi demo tersebut terkait dengan keberadaan bangunan krematorium hbt yang sudah selama dua tahun terakhir intens ditentang oleh warga yang bermungkim disekitar bangunan yang dipergunankan sebagai tempat kremasi etnis tiong hoa yang meninggal dunia.

Menurut warga bahwa didalam undang undang jelas dilarang akan keberadaan tempat kremasi yang berada didalam wilayah permungkiman penduduk. Warga juga sudah berusaha melakukan mediasi dengan pemko padang dan perwakilan hbt sejak dua tahun yang lalu namun sampai sekarang belom mendapatkan titik terang akan persoalan ini.

Para pendemo juga membawa spanduk yang bertulisan ‘’ angakat mesin krematorium dari permungkiman kami ‘’ dan juga beberapa spanduk yang melambangakan ketidak terimaan warga akan adanya tempat krematorium didalam permungkiman mereka.

Saat itu, kedatangan kepala Kemenag Kota Padang Japeri memberi angin segar untuk para pendemo dengan harapan adanya jalan keluar yang sesuai dengan tuntutan warga yang melakukan aksi demo. Namun akhirnya mereka kecewa, karena kemenag dinilai tidak berpihak kepada mereka dan pendemo langsung mengambil pengeras suara dari tangan kepala kemenag kota padang dan langsung mengusir dan menyuruh pergi dari lokasi demo tersebut.

Kerusuhan yang terjadi berhasil diredam pihak kepolisian dari tim gabungan Polresta Padang dan polsek padang selatan setelah bapak japeri meninggalakan lokasi demo tersebut. Menurut Japeri sebagai kepala Kemenag Kota Padang akan menyelidiki seperti apa prosesi yang dilakukan warga atau para pendemo dan hal itu akan dimusyawarahkan dengan pihak pihak terkait akan permasalahan ini agar tidak menjadi sebuah awal perpecahan diantara umat beragama ungkapnya. abe

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved