N3, Payakumbuh - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat, Puji Atmoko didampingi Walikota dan Forkompimda Payakumbuh panen cabe di demplot Cabe Kelompok Tani Bina Bersama, kelurahan Koto Baru, Kecamatan Payakumbuh Timur kota Payakumbuh, Jumat (17/3). Panen cabe tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Temu Lapang Pengembangan Klaster Hortikultura Binaan Bank Indonesia Sumatera Barat di kota Payakumbuh.
 
Gubernur Irwan Prayitno menyebut, panen cabe dimaksud tergolong istimewa lantaran cabe yang dipanen adalah cabe milik kelompok tani binaan Bank Indonesia. “Bukan semen sembarang semen, semen dari dalam nagari. Bukan panen sembarang panen, panen Petani Binaan BI”, ungkap Gubernur dalam pantun.
 
Gubernur sangat mengapresiasi keterlibatan BI dalam memajukan sektor pertanian. “Supaya produksi pertanian meningkat, tentu para petani harus menjadi perhatian. Terima kasih kepada BI sudah memberikan perhatian untuk para petani, memfasilitasi peningkatan pengetahuan para petani, dan memberikan bantuan teknis”, ujar Gubernur.
 
Gubernur berharap, program BI ini dapat mencapai sasaran yang diinginkan, yaitu menekan angka inflasi.  Terlebih, semua fasilitas yang diberikan BI diharapkan dapat bermanfaat bagi para petani binaan. Dengan pengetahuan dan pendampingan yang sudah diberikan BI, diharapkan ke depan, para petani binaan dapat lebih mandiri. Melanjutkan menanam cabe dengan penuh semangat dan bersungguh-sungguh.
 
Gubernur juga mengimbau, seluruh masyarakat untuk menanam cabe di halaman rumah. Agar cabe di Sumatera Barat selalu tersedia. Apalagi, kata Gubernur, kalau tidak ada cabe, makan orang minang jadi tidak berselera.
 
Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Sumbar, Puji Atmoko, menjelaskan pengembangan klaster Holtikultura di kota Payakumbuh merupakan salah satu program kerja Bank Indonesia Sumatera Barat yang berlangsung selama tiga tahun sejak November 2015. Menurutnya, program ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab BI untuk mengendalikan inflasi.
 
“Ini adalah peran nyata BI, membina kelompok-kelompok tani untuk produk-produk yang berkontribusi tinggi terhadap inflasi. Hortikultura, seperti cabe, adalah salah satu komoditi penyumbang inflasi. Makanya kita ikut membina agar produktivitas ataupun kualitas produksinya dapat meningkat”, jelas Puji. (Rahmat Sitepu)

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved