N3, Padang ~ Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melakukan re-branding terhadap program Adipura. Saat ini, program Adipura menjadi empat kategori; Adipura Paripurna, Adipura Buana, Adipura Kirana dan Bhakti Adipura. Program itu dimunculkan untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan kampanye publik mengenai perkotaan yang berwawasan lingkungan, serta masuknya aspek governance yang menjadi pertimbangan penting dalam program Adipura. 

Hal tersebut diungkapkan Arif Sumardi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI saat menyampaikan hasil evaluasi penilaian tahap 1 (P1) Adipura Kota Padang tahun 2016-2017 di Aula Bagindo Aziz Chan Balaikota Padang yang dihadiri Walikota Padang, seluruh Camat dan Lurah, serta OPD terkait.

Lebih lanjut dijelaskan, komponen dasar program Adipura berkaitan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sampah, pengendalian pencemaran air dan udara, pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan, lahan, pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat pertambangan, serta adaptasi dan mitigasi dalam perubahan iklim.

“Program Adipura Buana menggabungkan unsur sosial dengan lingkungan, Adipura Kirana menggabungkan unsur lingkungan dan ekonomi, Adipura Paripurna merupakan yang tertinggi yang mengabungkan unsur sosial, lingkungan dan ekonomi. Sedangkan, Bhakti Adipura merupakan anugerah perseorangan yang berkontribusi dalam program Adipura,” terang Arif.

Terkait hasil evaluasi penilaian (P1), Arif menjelaskan bahwa Kota Padang meraih nilai 72,78, sedangkan passing grade untuk meraih penghargaan Adipura harus memiliki nilai 74. Jadi, butuh sedikit lagi perbaikan dan melengkapi beberapa persyaratan pada penilaian P2 nantinya.

Menyikapi hal tersebut, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa hasil P1 harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan kebersihan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Penghargaan Adipura hanyalah bonus dari kepedulian kita terhadap kebersihan lingkungan. Yang terpenting adalah bagaimana membangun karakter masyarakat untuk mencintai lingkungan” ujar Mahyedli.

Ditambahkannya, saat ini berbagai upaya telah dilakukan dengan cara monitoring, evaluasi dan pembenahan lokasi-lokasi objek pantau, koordinasi dengan OPD terkait, serta mengerahkan 500 orang relawan kebersihan. (LL/Fsl)
 
Top