N3, Padang ~ Beberapa personil Satpol PP terlihat berjaga-jaga di depan rumah yang terletak di jalan Ampang nomor lima, Padang. Di teras rumah itu terlihat ramai. Nampak Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo sedang berbincang dengan seluruh penghuni rumah itu. "Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya walikota kepada Bripka Doni Marta yang duduk di sudut teras.
"Alhamdulillah sudah baikan, pak," jawabnya lirih.

Bripka Doni Marta adalah korban aksi premanisme di kawasan bundaran Air Mancur, Pasar Raya Padang, seminggu lalu. Saat itu di kawasan tersebut sedang dilakukan pemindahan pedagang ke lokasi Kapal Kuliner. Penertiban yang berlangsung ricuh, membuat Bripka Doni Marta yang bertugas sebagai Intel Polresta Padang menjadi korban kekerasan.

Saat dibezuk Walikota Padang di rumahnya, Doni nampak masih lesu. Ditemani mertua, istri dan anaknya, Doni menerima kedatangan walikota dan Kepala Satpol PP Kota Padang.

Saat walikota menanyakan tentang kronologis kejadian, intel muda ini pun diam seribu basa. Kepala Satpol PP Padang Dian Fakri yang duduk di sebelah walikota lantas menceritakan kembali peristiwa yang dialami Bripka Doni Marta.

Berawal dari pemindahan pedagang di Bundaran Air Mancur. Sejumlah pedagang menolak untuk dipindahkan. Saat itu terjadi perang mulut antara pedagang dan personil Satpol PP.  Persis di depan Toko Bata, pedagang dan sejumlah oknum preman mencoba melawan dengan melempari petugas. Batu pun berterbangan. Melihat kondisi tersebut, beberapa personil Satpol PP menarik diri.

Mendengar terjadi keributan antara pedagang dengan personil Satpol PP, Bipka Doni Marta kemudian meluncur ke lokasi. Saat itu dirinya mencoba mencegah aksi pelemparan batu kepada personil Satpol PP. Nahas, Doni menjadi bulan-bulanan pedagang dan preman. Intel Polresta Padang ini justru dianiaya preman.

"Bripka Doni mencoba mencegah pelemparan oleh pedagang dan preman, tapi justru Doni yang dilempari batu, dipukul dan dilempar helm," ujar Dian Fakri. Beruntung intel muda ini cepat diselamatkan. Kepala, wajah, dan leher mengalami luka-luka akibat pukulan dan lemparan. Bripka Doni segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Mendengar cerita itu, Walikota Padang bertekad untuk memberantas aksi premanisme di Kota Padang. Mahyeldi mengaku sudah melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran kesatuan di Kota Padang. "Tidak ada toleransi lagi dalam hal ini. Kita akan bentuk tim khusus menghadapi perilaku premanisme di Padang," sebut Mahyeldi.

Walikota menilai bahwa Padang saat ini sudah menjadi destinasi wisata oleh para wisatawan. Karena itu dirinya bertekad untuk menjawab keinginan warga dalam mewujudkan Padang sebagai kota yang aman, kondusif dan tenang.

Saat akan pulang, walikota bersalaman dengan Bripka Doni Marta dan seluruh keluarganya. Walikota mendoakan Doni dan keluarga sabar dalam menghadapi musibah yang menimpa.**
 
Top