N3, Jakarta ~ Dihapuskannya Anggaran Renovasi Kolam Dan Gaji Supir DPRD DKI oleh Kementerian Dalam Negeri. 2 proyek yang diduga adalah anggaran titipan DPRD DKI akhirnya tidak jadi dimasukkan dalam APBD 2017 karena tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Anggaran renovasi kolam DPRD DKI Jakarta tidak bisa dimasukkan karena tidak sesuai dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2017. Meskipun sudah tercantum dalam APBD tidak akan bisa diberikan karena dibutuhkan payung hukum sebagai dasarnya.

“Jadi seluruh biaya operasional mobil, bensin, servis, asuransi, sopir, dan semuanya itu masih jadi kewajiban masing-masing (anggota DPRD DKI Jakarta),” kata Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI Jakarta Muhammad Yuliadi.

Bayangkan saja jumlah anggaran untuk merenovasi kolam tersebut sebesar Rp 579.024.617. Itulah mereka berkedok demi kepentingan pribadi anggota DPRD dan bahkan mungkin saja dalam proyek renovasi kolam ada titipan proyek dari seorang kontraktor.

Kita patut bersyukur karena adanya peraturan yang menghalangi proyek renovasi kolam dan gaji supir tersebut. Pada akhirnya Kemendagri terpaksa mencoret daripada ke depan menjadi permasalahan. Uang rakyat yang berhasil diselamatkan setelah dilakukan evaluasi oleh Kemendagri sebesar 14 Miliar. Jumlah yang tidak sedikit tentunya.

“Dengan evaluasi ini, anggaran yang berkurang sebanyak Rp 14 miliar,” ujar Yuliadi.

Dengan dicoretnya anggaran ini kita akhirnya sadar mengapa Ahok sangat ngotot untuk tidak cuti untuk bisa membahas APBD. Apa yang ditakutkan Ahok akhirnya terbukti dan 2 anggaran melanggar peraturan ditemukan. Tampak sekali anggota DPRD DKI dan juga (Plt) Gubernur Sumarsono kurang cermat dalam membuat anggaran. (Plt) Gubernur Sumarsono merombak APBD 2017 seenaknya demi keharmonisan dengan DPRD. Keinginan untuk bisa cepat menyelesaikan APBD menjadi bumerang karena kertidakcermatan dalam mengawasi anggaran yang melanggar peraturan.

Hasil APBD yang dikerjakan oleh (Plt) Gubernur Sumarsono pada akhirnya ditemukan permasalahan oleh kemendagri.Sebuah hal yang fatal dilakukan oleh Pak Sumarsono.
 
Top