N3, Padang ~ Kecenderungan generasi muda pada sosial media tidak dapat dibendung secara totalitas di era modern saat ini. Meski begitu, kecenderungan pada arah negatif harus diantisipasi dengan menyalurkan ke arah positif seperti menumbuhkan minat menulis. Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Kota Padang pun menggelar Pelatihan Jurnalistik yang dibuka Wakil Walikota Padang Emzalmi hari ini (21/12).

Kegiatan bertema "Menulis Selancar Berbicara" itu digelar 21 hingga 22 Desember 2016 di d'Dhave Hotel, Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. FWP merupakan wadah organiasi wartawan tergabung dari media cetak, TV dan media online yang sehari-hari stanby di Gedung DPRD Kota Padang meliput berita politik. Ketua Panitia Debi Virnando mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan cikal bakal jurnalistik dari kalangan pelajar dan mahasiswa. "Peserta nanti akan akan menjadi ujung tombak di sekolahnya, lalu dibuatkan media pembelajaran," ungkap Dasrul.

Para siswa yang mengikuti pelatihan jurnalistik tersebut rata-rata nantinya pengguna medsos. Untuk itu, mereka harus diberi bekal atau suatu pelatihan ilmu kejurnalisan. Bekal ini nantinya bagaimana mereka bisa mengenal dan cerdas dalam menggunakan media sosial. Lebih lanjut dikatakan, saat pihaknya sangat perihatin dengan kecendrungan generasi muda dalam menggunakan kecanggihan teknologi yang tidak dapat dibendung. Tidak dapat dipungkiri hal-hal negatif akan masuk melalui aplikasi online.

Ketua FWP DPRD Padang, Dasrul mengatakan, sebagai seorang jurnalis, selain bertugas memberitakan, FWP DPRD Padang juga harus bisa merangkul genarasi muda ini ke arah yang lebih baik, dengan cara menyalurkan kegemaran mereka dengan menggunakan teknologi ini ke ranah yang lebih positif.

Melalui pelatihan jurnalistik ini diharapkan para pelajar dan mahasiswa dapat menjadi seorang jurnalis warga yang sesuai dengan kaidah Jurnalistik, dilandaskan dengan Undang -Undang no 40 tentang Pers, serta tidak melabrak Undang-Undang Teknologi (ITE). "Dari tema ini kita menginginkan nantinya para peserta pelatihan ini dapat menceritakan tentang pengamatannya terhadap lingkungan lewat tulisan, selancar mereka menceritakannya lewat lisan," ungkapnya.

Terakhir disampaikan, dalam pelatihan nanti, di samping ada penyampaian materi kepenulisan dan diskusi, peserta juga akan dibawa untuk praktek lapangan. Saat praktek lapangan peserta akan disuguhkan game-game ringan hingga peserta tidak bosan. "Para peserta pelatihan akan kita bekali sertifikat pelatihan jurnalistik. Mudah-mudahan mereka dapat menjadi perpanjangan mulut pemateri untuk komunitas menulis di sekolah masing-masing," pungkasnya. rel hms fwp
 
Top