N3, Padang  - Pemko melalui dinas terkait harus menyiapkan strategi penjamin agar tidak tertinggalnya pelajaran siswa di sekolah yang diliburkan terkait pertandingan  Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) di Kota Padang yang akan digelar 19-29 Nopember 2016.

Sekolah yang akan di liburkan adalah sekolah dekat dengan lokasi pertandingan Porprov yang tersebar di 19 lokasi. 
 
DPRD Kota Padang mengakui kebijakan menempatkan atlet Porprov di sekolah berpotensi merugikan pada siswa. Ditakutkan pelajaran para siswa akan tertinggal karena lebih dari 10 hari.

"Di satu sisi agenda ini memang harus terlaksana karena akan banyak dampak positif yang akan diterima oleh Pemko Padang. Namun tentunya kami juga tidak ingin merugikan anak-anak. Jadi pemko harus bisa mencarikan alternatif sebagai jaminan bahwa sekolah yang diliburkan tidak mengalami ketertinggalan pelajaran," ujar  Erisman, Rabu (2/11)

Menurutnya, apabila belajar di sekolah diganti dengan belajar di rumah, otomatis harus ada pengawasan intens dari pihak sekolah. Jangan sampai pihak sekolah lepas tangan karena anak didik mereka tidak masuk ke sekolah. Jangan sampai, belajar di rumah dimaknai sebagai libur.

Politisi Gerindra ini mengakui, ada keluhan yang disampaikan oleh wali murid. Mereka cemas anak-anak mereka akan rugi jam pelajaran. Diakuinya banyak komplain dari wali murid karena menilai anak-anak yang dikorbankan. Untuk itu tanggungjawab lembaga pendidikanlah yang memberikan jaminan agar siswa tidak dirugikan dari kebijakan tersebut.

Sementara Surya Jufri Bitel, Ketua Komisi IV DPRD Padang yang membidangi pendidikan, juga menyampaikan hal senada, bahwa pelaksanaan Porprov jangan sampai mengganggu proses belajar mengajar. Disarankan sebaiknya jangan memakai sekolah sehingga siswa harus diliburkan. Apalagi, lanjutnya, rentang waktu yang digunakan cukup panjang, lebih dari sepuluh hari.

"Menurutnya,  lebih baik memanfaatkan ruang pertemuan instansi yang ada di Kota Padang.Hal ini akan akan mengganggu proses belajar mengajar. Untuk itu, panitia pelaksana diperintahkan untuk mencarikan penginapan lain selain gedung sekolah. "Kita mengimbau dulu, agar panitia Porprov atau dinas terkait untuk mencarikan solusinya untuk mengatasi ketertinggalan pelajaran siswa yang akan diliburkan sepuluh hari tersebut," katanya.(M7)
 
Top