N3, Samarinda ~ Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, sangat mendukung terwujudnya transformasi ekonomi baru terbarukan. Karena Kaltim memiliki berbagai potensi keunggulan kewilayahan yang didukung potensi sumber daya alam dan lahan yang besar.

“Kaltim tidak boleh kehilangan momen dan potensi yang kita miliki harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemajuan daerah demi kesejahteraan rakyat,” katanya.

Bumi Benua Etam lanjutnya, sejak dulu telah diberikan anugerah kekayaan berupa sumber daya alam yang berlimpah namun terus berkurang bahkan ada yang sudah habis.

Misalnya, masa booming (kejayaan) emas hijau (era kayu/hutan) yang dieksploitasi sejak tahun 1970an yang akhirnya habis dan tidak memberikan apa-apa untuk Kaltim.

Demikian pula era emas kuning (pertambangan emas) hanya meninggalkan lubang besar dan kegiatan itu tidak ada nilai positifnya bagi daerah dan rakyat.

Berikutnya, era emas cair (minyak dan gas bumi) dan emas hitam (batubara) yang saat ini sudah memasuki masa-masa deadline juga hampir-hampir tidak berimbas bagi masyarakat.

“Itulah era atau momen yang telah dialami Kaltim namun tidak menghasilkan apa-apa bagi daerah dan rakyat. Sebaliknya hanya meninggalkan derita dan masalah,” jelasnya.

Gubernur  berharap pola pembangunan daerah dengan mengandalkan transformasi ekonomi baru terbarukan yang mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan taraf hidup rakyat Kaltim dan kemajuan daerah.

“Pengembangan kegiatan pertanian dalam arti luas sebagai gerakan transformasi ekonomi dengan mengoptimalkan potensi lahan dan komoditi unggulan serta diolah melalui hilirisasi (industri) menjadi momen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ungkap Awang. (yans/sul/humasprov)
 
Top