N3, Padang ~ Kinerja Dinas PU Kota Padang, Fatriarman Noer, disorot berbagai kalangan. Baik itu, kalangan anggota dewan,  LSM,  media, rekanan, staf sendiri, bahkan juga disorot Wakil Walikota Padang. Penyebabnya, Kadis PU Padang dianggap gagal mengelola keuangan, sehingga serapan dana di dinas basah itu, relatif rendah.
 
Diperparah lagi, Kadis PU Padang ini, jarang masuk kantor, sehingga rekanan berurusan dengannya sangat susah. Kalaupun laporan sudah sampai di meja Kadis, itupun dibiarkan terbengkalai, kecuali kalau ada pesanan. 
 
Akibatnya, rekanan "kalimpasingan, disebabkan dana termyn untuk pekerjaan proyek tertunda, berujung terbengkalainya pekerjaan. Malah, ada juga rekanan hutang kiri kanan untuk menyelesaikan pekerjaan, sebab ada beberapa rekanan  tak dibayarkan termyn, namun akan dibayarkan, jika pekerjaan sudah mencapai 100%.
 
Tidak saja rekanan yang kocar kacir, pegawai harian di lingkungan Dinas PU Kota Padang, juga menjerit. Soalnya, sejak 6 enam bulan lalu pegawai harian direkrut Kadis ini PU, gaji mereka terlunta lunta. Bayangkan saja, sejak Fatriaman memegang tampuk Kadis PU dan merekrut pegawai harian lebih kurang 25, mereka tak menerima tiap bulan, tapi dibayarkan seenak perut Kadis saja.
 
Buktinya, sudah tiga bulan mereka tak terima gaji, sementara transportasi dan makan siang terpaksa mereka hutang kiri kanan. Kondisi ini sangat disesali, beberapa staf dan kalangan rekanan, termasuk LSM. Ibarat pepatah, Ayam Mati Dilumbung Padi. Instansi basah dan bergelimang proyek tersebut, tak sanggup membayar gaji pegawai harian.
 
“Nasib pegawai harian, berbeda bak langit dan bumi dengan Kepala Dinas PU. Faktanya, pegawai harian, pontang panting mencari transportasi dan makan siang, sementara Kadis PU yang jarang masuk kantor itu sibuk shopping,” kata beberapa sumber di Dinas PU Kota Padang seraya mengatakan, sudah menjadi rahasia umum, Kadis ini sangat modis dan suka wangi wangian. Buktinya, Kadis ini, kalau menerima tamu yang diutamakan tamu harus wangi dan bersih. 
 
Juga disebutkan, jika tak ada di kantor, Kadis banyak menghabiskan waktunya dengan shopping atau kegiatan yang bersifat show. Wajar saja,  serapan anggaran rendah di dinas itu. Malah, Ketua Komisi III DPRD Kota dan Wakil Walikota Padang, juga mengakui Kadis ini gagal mengelola keuangan.
 
“Dan, ini berimbas pada kinerja Dinas PU Padang secara keseluruhannya. Terbukti serapan anggaran rendah, rekanan tapakiak, pegawai harian menjerit,” kata Bustanul LSM Pembela Merah Putih seraya mengatakan, kalau shopping Kadis PU selalu didamping Sesprinya seorang laki laki yang juga begaya modis.
 
Seharusnya, kata Bustanul sebagai Kadis PU, ia harus memperhatian bawahannya, rekanan yang mengerjakan proyek disana. Sehingga, pegawai harian bisa menikmati gaji bulanan dan rekanan, bisa mengerjakan proyek tepat waktu.” Bukan sibuk dengan diri sendiri dan shopping,” kata Bustanul.
 
Saat dikonfirmasikan, masalah nasib pegawai harian kepada Kadis PU ini, malah bungkam sama sekali. Ditelepon tak diangkat, di SMS tak dibalas. Anehnya, Kadis PU juga pernah dikonfirmasikan via Hpnya terkait tudingan serapan anggaran rendah, malah menyuruh media ini membawa nara sumber, baru bisa konfirmasi.
 
“Ini membuktikan Kadis PU ini bukan UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik) dan UU Pokok Pers,” kata Bustanul sembari mengatakan, jika sikan seperti ini terus dipertahankan Kadis PU, dinas ini tetap menjadi sorotan berbagai kalangan yang berimbas pada pekerjaan bawahan dan rekanan. NV
 
Top