N3, Sumbar ~ Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit membuka secara resmi Newton Fund Researcher Links Workshop yang dilaksanakan di Inna Muara Hotel Padang. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof.Dr.Dachriyanus, Apt, dan para pembicara serta peserta workshop dari berbagai negara. Para peserta terdiri dari para peneliti-peneliti muda.

The Newton Fund Indonesia adalah program pembangunan kolaboratif resmi antara Pemerintah Inggris dan Indonesia pada area riset dan inovasi. Dana kemitraan dialokasikan penggunaannya di lima belas negara, termasuk Indonesia, untuk mengembangkan kerjasama sains dan inovasi yang mempromosikan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial pada negara-negara berkembang.

Di Sumatera Barat, Workshop yang bekerjasama dengan Universitas Andalas ini memfokuskan perhatian pada bidang gizi dilingkungan masyarakat.

Wakil Gubernur Sumatera Barat mengatakan, perhatian terhadap gizi masyarakat saat ini sangat dibutuhkan. Untuk mengeluarkan status dari gizi buruk sangat sulit. “Kalau di daerah pinggiran atau daerah desa masih kita dapati kehidupan yang sulit, ekonomi yang sulit, makanan yang diperoleh tidak jelas, baik dari segi kebersihan maupun dari segi pemenuhan gizinya, sehingga berpengaruh terhadap gizi dari masyarakatnya sendiri. Salah satu indikator yang menjadikan suatu daerah tersebut berstatus daerah tertinggal yaitu karena masalah gizi.”

“Melalui seminar ini saya mengajak kepada kita semua bagaimana kita bisa mensosialisasikan masalah gizi ini kepada seluruh masyarakat, terutama bagi masyarakat yang termasuk pada wilayah tertinggal. Mereka perlu perhatian kita, mereka butuh sentuhan tangan kita, pertolongan kita dalam membangun kesehatan gizi agar lebih baik terutama bagi para anak-anak dan remaja generasi penerus dimasa yang akan datang.” Pesan Nasrul Abit. Dimas
 
Top