Oleh : Zardi Syahrir,SH.MM
( Peserta Diklat PIM III Pola Baru, Angkatan II Tahun 2016)

PERGULATAN perkembangan dunia selalu diketahui lewat informasi dan pemberitaan oleh media massa. Karena informasi menjadi bagian penting dalam segala lapisan kehidupan masyarakat, mulai dari pencari kerja hingga yang berkerja, dari rakyat jelata hingga penguasa. Apalagi bagi pemegang kepentingan para penguasa, pengusaha amat membutuhkan informasi dalam menata gerak dinamika kepemimpinan mau kemana dan mau bagaimana arah yang dipimpinannya. Hal ini juga disebabkan oleh sikap dan prilaku manusia sebagai mahluk sosial yang selalu punya ingin mengetahui.

Memang benar adanya "Siapa yang menguasai dunia informasi, dialah sesungguhnya yang akan menguasai dunia," demikian pepatah ini begitu mashyur kita dengar, pepatah yang melukiskan akan besarnya kuasa informasi.

Kalau ditelisik kedengarannya agak dramatis, namun disadari atau tidak, kian hari pepatah itu kian terbukti kebenarannya. Lebih-lebih ketika media informasi telah menjadi sedemikian canggih seperti yang kita rasakan hari ini. Informasi terbukti menjadi alat ampuh untuk menjajah pikiran manusia, mengendalikannya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Bila penjajahan secara fisik seperti militer akan mudah menyadarkan korbannya, karena di dalam diri manusia terdapat naluri mempertahankan diri.

Informasi mampu mendesain pikiran, membolak balik logika, mempengaruhi massa dengan jumlah yang tak terbatas, untuk mengikuti wacana yang diinginkan. Informasi menjadi penentu, akankah seseorang akan mendapat empati dan pembelaan atau justru dimusuhi, ditakuti. Informasi juga menjadi penentu akankah sebuah kebenaran bisa dilihat sebagai kebenaran atau justru sebaliknya.

Percaya atau tidak, semua itu bisa terjadi lantaran efek dari sebuah informasi. Maka betul pepatah yang mengatakan, “Kebohongan yang disampaikan berulang-ulang akan menjadi Kebenaran.”

Kenyataan hari ini kita semua bisa melihat kondisi perkembangan teknologi informasi sedemikian cangih dan cepat, dimana mana setiap orang selalu bergulat dengan informasi, apakah lewat media cetak suratkabar dan majalah, elektronik radio dan televisi, media sosial twitter dan facebook. Semakin cangihnya pemanfaatan teknologi informasi saat ini juga berkembang trend pengabungan media tersebut dalam satu saluran (konfergensi). Sehingga semua bentuk dan jenis informasi dapat dilihat , diketahui dan dinikmati lewat smaphone android, memang tidak salah pula pepatah menyatakan “ untuk jadi urang jadikan informasi dalam gengaman tangan “.

Karena itu informasi tidak bisa lepas dari pemerintah. Dan dilihat dari kacamata humas pemerintah yang memiliki peran dan fungsi dalam pengelolaa informasi penyelenggaraan pemerintah daerah menjadi hal yang lain dalam menjaga dinamika pembangunan daerah. Dimana humas memiliki kewajiban menata informasi bagi pemerintah untuk menumbuhkan masyarakat yang cerdas dan ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan itu sendiri. Tentunnya dengan informasi yang mendidik, mencerahkan, memberdayakan dan informasi menyatukan masyarakat dalam kehidupan yang berbangsa dan bernegara.

Pemerintah mau tidak mau mesti melakukan terobosan dalam mengelola informasi menjadi sesuatu yang bermanfaat dalam mewujudkan pembangunan itu sendiri. Jika masyarakat tidak mengetahui apa apa yang dilakukan pemerintah ini merupakan sesuatu pengikaran terhadap hak publik terhadap informasi pemerintah sesuai UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Infomasi Publik. Sambungan
 
Top