N3, Sumbar ~ Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016-2021, Selasa 31/05/2016. Acara yang diselenggarakan selama tanggal 31 Mai – 01 Juni 2016 di Hotel Inna Muara Padang ini dihadiri oleh Perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Perwakilan dari Bappenas, Perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Perwakilan dari Kementerian PAN&RB, Forkopimda Sumatera Barat, Sekda Provinsi Sumatera Barat, Bupati/Walikota se Sumatera Barat, Tim Ahli Penyusun RPJMD Provinsi Sumatera Barat, Rektor PTN/PTS se Sumatera Barat, LSM dan Ormas se Sumatera Barat.

Dalam sambutannya Gubernur Sumatera Barat mengatakan tujuan dari Musrembang ini yakni untuk menyempurnakan RPJMD Provinsi Sumatera Barat 2016-2021, dimana RPJMD ini merupakan acuan dan rujukan untuk pembangunan Sumatera Barat 2016-2021.

Irwan Prayitno menambahkan bahwa prioritas pembangunan Sumatera Barat adalah di sektor Pariwisata dan peningkatan UMKM di Sumatera Barat.

“Untuk itu, pemerintah Kab/Kota agar mempersiapkan destinasi wisata daerah masing-masing untuk mendukung program pariwisata Sumatera Barat”, himbau Gubernur Sumatera Barat.

Staf Khusus Kementerian Pariwisata Hiramsyah Sambudhy Thaib mengatakan menurut data BPS, tujuan wisatawan berkunjung ke Sumatera Barat untuk melihat 60% wisata budaya, 35% wisata alam, dan 5% wisata buatan. Untuk itu potensi ini mesti dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Staf Khusus Kementerian Pariwisata dalam menyampaikan pesan Menteri Pariwisata mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata akan membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk membuat Master Plan Pariwisata Mandeh.

Selain itu Hiramsyah Sambudhy Thaib berpesan agar Pemerintah Sumatera Barat untuk membuat kesepakatan mengenai seperti apa arah pembangunan wisata di Mandeh, membuat tagline khusus untuk wisata Mandeh, menentukan target market yang ingin dicapai, dan melakukan promosi secara intensif.

Diharapkan wisata Mandeh akan menjadi ujung tombak pariwisata di Sumatera Barat, tambah Hiramsyah Sambudhy Thaib.

Staf Ahli Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri Irman mengatakan forum musrembang ini mempunyai arti strategis, sebagai wahana antarpemangku kepentingan guna menjaring aspirasi masyarakat dalam rangka penajaman, penyelarasan, klarifikasi sekaligus untuk menyepakati tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, dan program pembangunan Provinsi Sumatera Baratuntuk 5 (lima) tahun ke depan.

Diharapkan Bupati/Walikota se Sumatera Barat dapat menjadikan RPJMD Sumatera Barat 2016-202 sebagai acuan pembangunan daerah, tambah Irman.

Staf Ahli Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri Irman menambahkan untuk menyelaraskan pembangunan nasional dengan pembangunan di Provinsi Sumatera Barat, maka beberapa isu strategis pembangunan yang perlu menjadi perhatian untuk dijadikan acuan dalam merumuskan dokumen RPJMD Sumatera Barat Tahun 2016-2021, antara lain :

1.  Pemanfaatan potensi sumber daya pembangunan secara efektif dan efisien.

2.  Peningkatan peran pemangku kepentingan, termasuk  masyarakat rantau dalam pengelolaan pembangunan daerah.

3.  Peningkatan kualitas sumberdaya manusia agar memiliki etos kerja, disiplin, santun dan berintegritas, serta meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

4.  Peningkatan daya saing daerah sejalan perubahan tatanan ekonomi yang semakin terbuka sesuai dengan perkembangan regional, nasional dan global.

5.  Pengembangan sektor unggulan dalam percepatan dan peningkatan ekonomi seperti pariwisata, pertanian dengan sistem agribisnis, industri, kemaritiman dan kelautan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

6.  Pemanfaatan potensi sumber energi dan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah.

7.  Perencanaan dan penganggaran yang berbasis kinerja dan program prioritas (money follow programe). Aldo
 
Top