Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa Cerdas dengan Politik Islam

Saturday, June 13, 2026 | Saturday, June 13, 2026 WIB


Oleh : Reshi Umi Hani

Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kaltim, menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih membayangi daerah yang kaya sumber daya alam. Dalam aksi itu, massa menyampaikan bahwa kekayaan batu bara, minyak, dan gas di daerah belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. 

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda, Taufik Uddin menyebut masih banyak persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Mulai dari pemerataan akses pendidikan, perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan layanan kesehatan di wilayah pelosok, hingga penertiban distribusi BBM subsidi yang kerap menimbulkan antrean panjang di SPBU. Selain itu, PMII juga meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru honorer hingga mendesak kewajiban reklamasi lubang tambang bagi para perusahaan yang lalai terhadap kewajiban tersebut.  

Aksi mahasiswa tersebut menunjukkan adanya ketimpangan antara kekayaan sumber daya alam yang melimpah dengan kesejahteraan masyarakat yang belum merata. Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan sumber daya belum sepenuhnya berorientasi pada kepentingan rakyat. 

Berbagai persoalan mendasar seperti pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga distribusi BBM yang masih bermasalah menandakan adanya kelemahan dalam tata kelola kebijakan publik. Selain itu, tuntutan terkait kesejahteraan guru honorer dan reklamasi tambang juga menunjukkan bahwa aspek keadilan sosial dan tanggung jawab lingkungan belum dijalankan secara optimal. 

Dengan demikian, persoalan ini bukan sekadar teknis, tetapi berkaitan dengan arah kebijakan dan sistem pengelolaan yang belum mampu menghadirkan kesejahteraan secara menyeluruh. Sistem Kapitalisme akar persoalan.

Mereka harus menunjukkan identitas Islam, tidak terjebak sekularisme, dan fokus melakukan perubahan substantif terhadap kezaliman penguasa, bukan sekadar pergerakan karir. Mahasiswa memang seharusnya sebagai kontrol dan mengkritik penguasa, mereka agend of change aspirasi masyarakat, namun melihat akar masalah dan solusi harus mendasar ke akarnya bukan jalan demokrasi.

Mahasiswa cerdas adalah mereka yang memiliki kesadaran politik Islam, yakni menjadikan Islam sebagai pandangan hidup dan berjuang menerapkan syariat Islam. Mahasiswa harusnya bangkit dengan Islam sehingga melihat akar persolan dan solusi dengan benar. Mahasiswa cerdas adalah pelopor pergerakan umat yang bertujuan mengembalikan Islam dalam tatanan kehidupan, bukan sekadar mengikuti isu yang sedang marak.

Mahasiswa seharusnya ngaji Islam dan mengajak/ dakwah kepada yang lain agar bisa terdepan dalam perubahan. Mahasiswa cerdas berpolitik dengan Islam. Mahasiswa cerdas adalah mereka yang memiliki kesadaran politik Islam, yakni menjadikan Islam sebagai pandangan hidup dan berjuang menerapkan syariat Islam.

Amar ma'ruf nahi munkar (mengajak kebaikan, mencegah kemungkaran) adalah kewajiban fundamental dalam Islam dan menjadi kewajiban pada setiap kalangan umat islam termasuk para mahasiswa, yang didasarkan pada Al-Qur'an dan Hadis. Dalil utamanya ada di QS. Ali 'Imran: 104 (perintah golongan/umat), QS. Ali 'Imran: 110 (umat terbaik) "Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah...", dan Hadis riwayat Muslim tentang kewajiban mengubah kemungkaran dengan tangan, lisan, atau hati. 

Wallahu a’lam bish shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update