Sesuai rangkaian acara, panggung seni menampilkan pertunjukan dari Sanggar Seni Lubuak Batang Kabupaten Lima Puluh Kota, Sanggar Seni Tari Puti Tungga Solok, Sanggar Seni Suluah Panarang dari Nagari Koto Gadang, Kecamatan Baso, Sanggar Tari Talogo Raso Malalo, Sanggar Seni Gumalang Sakti, hingga Sanggar Seni 2 Limbago.
Puncak kemeriahan sore itu ditandai dengan penampilan Tari Kolosal Padang Ganting yang berhasil memukau penonton. Gerakan para penari yang kompak dipadukan dengan alunan musik tradisional menciptakan suasana semarak dan penuh kekaguman.
Para penari tampil mengenakan beragam kostum tradisional yang menarik perhatian. Keanggunan gerak tari, kekompakan formasi, serta penghayatan dalam setiap penampilan menjadi daya tarik tersendiri, sehingga berkali-kali mengundang tepuk tangan dan decak kagum dari penonton yang memenuhi area pertunjukan.
Festival Minangkabau 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pelestarian seni dan budaya Minangkabau. Penampilan para seniman dari berbagai sanggar menunjukkan kekayaan budaya daerah yang terus hidup dan berkembang melalui kreativitas generasi muda.
Kemeriahan panggung seni di Lapangan Cindua Mato menjadi salah satu magnet utama Festival Minangkabau 2026, sekaligus mempertegas komitmen dalam melestarikan dan mempromosikan seni budaya Minangkabau kepada masyarakat luas. (R.Sitepu)

No comments:
Post a Comment