Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bersatunya Kaum Muslim akan Mampu Membebaskan Palestina

Tuesday, June 02, 2026 | Tuesday, June 02, 2026 WIB

Rosita

Pegiat literasi

Peristiwa kelam Nakba Palestina terjadi pada tahun 1948 ketika sekitar 750.000 hingga 800.000 warga Palestina diusir atau melarikan diri dari tanah air mereka. Peristiwa berdarah ini terjadi seiring dengan entitas Yahudi merebut paksa dan mendeklarasi berdirinya Negara Israel dengan dukungan Inggris.

Dalam peringatan ke 78 tahun Nakba Palestina, Liga Arab menekankan perlunya mengakhiri ketidakadilan historis terhadap rakyat Palestina dan melanjutkan upaya internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah yang diduduki sejak 1967. Ditegaskan juga bahwa penting untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya sesuai dengan solusi dua negara, hukum internasional, dan Inisiatif Perdamaian Arab.

Selain itu para menteri luar negeri negara anggota BRICS menyerukan komunitas internasional agar terus mendukung bangsa Palestina dalam upayanya mencapai kemerdekaan dan kedaulatan, dan mereka juga menegaskan pentingnya "mempersatukan Tepi Barat dan Jalur Gaza di bawah Otoritas Palestina" serta menegaskan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, termasuk hak mewujudkan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. (Antara.co.id, 15/5/2026)

Saat ini umat muslim Palestina terus menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat berat, terutama di Jalur Gaza seperti pembatasan akses ibadah, kemanusiaan seperti makanan, obat-obatan dan juga listrik. Meskipun masih dalam konflik berkepanjangan mereka masih terus berjuang mengusir penjajahan di tengah diamnya para pemimpin muslim dunia karena para pemimpin hanya bisa mengecam dan mengutuk tanpa aksi yang nyata karena Palestina membutuhkan gerak nyata dengan cara mengusir para penjajah.

Tragedi Nakba bukan sekedar sejarah masa lalu, melainkan gambaran kekerasan yang dilakukan para penjajah zionis terhadap warga negara Palestina guna merampas tanah air untuk mendirikan negara Israel, serta memperluas wilayah kekuasaan melalui pendudukan militer dan permukiman untuk memastikan keamanan strategis negara Israel dan sekutunya.

Berlanjutnya, penjajahan Palestina adalah potret kegagalan sistem yang sedang tegak saat ini yakni kapitalis sekuler dalam menciptakan perdamaian di dunia, karena asas dari kapitalis yakni manfaat. Selama tidak ada manfaatnya maka perdamaian dunia hanya menjadi angan semata. Sistem ini sekaligus menunjukkan keburukan konsep negara kapitalis yang tersekat wilayah atas nama nasionalisme. Dengan konsep tersebut umat menjadi lemah dan terpecah belah sehingga membuat mereka kehilangan kekuatannya seperti halnya negara Palestina meskipun wilayah tersebut di dikelilingi oleh negara-negara muslim.

Oleh karena itu, untuk pembebasan Palestina tidak bisa diharapkan datang dari negara-negara muslim pembebek ataupun dari lembaga-lembaga internasional dan regional seperti halnya PBB, Liga Arab, BRICS dan lain-lain. Karena semuanya justru makin mengukuhkan penjajahan terhadap umat Islam, terbukti dengan sampai saat ini tidak ada satu negara pun atau lembaga yang bisa mengusir penjajah di bumi Palestina padahal penjajahan sudah berlangsung lebih dari setengah abad. Dan secara kemanusiaan, Zionis Israel sudah melewati batas kemanusiaan dan terkatagori kejahatan internasional.

Solusi pembebasan Palestina harus ada kekuatan yang lebih besar yakni bersatunya seluruh kaum muslimin dalam satu komando, seperti yang telah dicontohkan oleh Al-Malik An-Nashir Abu Al-Muzaffar Yusuf bin Najmuddin bin Ayyub bin Syadi bin Marwan Al-Ayyubi. atau dengan gelar kehormatan Shalahuddin Al-Ayyubi, dalam mengusir kaum kafir penjajah untuk membebaskan tanah Palestina.

Bersatunya kaum muslimin hanya bisa terwujud dalam negara yang mampu menerapkan syariat Islam secara sempurna, seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. mengibaratkan ikatan kaum muslimin layaknya satu kesatuan biologis yang utuh. "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. 

Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh akan turut merasakan demam dan tidak bisa tidur." (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu a'lam bishawab. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update