Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Saat Laba Lebih Mahal Daripada Nyawa, Kapitalisme Ciptakan Game Berbahaya.

Tuesday, May 19, 2026 | Tuesday, May 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-19T01:04:28Z

 


 

Oleh: Emy (Ibu rumah tangga).



Seorang bocah bernama Ahmad izan Wadi berusia 8 tahun, di Desa Lenek Baru, Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTT), mninggal dunia diduga setelah melakukan aksi freestyle yang terinspirasi dari gim online. Siswa Sekolah Dasar (SD) itu kemudian mengalami cedera parah di bagian leher, diduga tulang lehernya patah. Kapolsek Lenek, Ipda Alam Prima Yogi, mengatakan korban sempet dibawa kerumah sakit. Namun, setelah menjalani perawatan medis, nyawanya tak tertolong pada Minggu (3/5). " Menurut orang tuanya, korban dibawa ke Rumah Sakit kemudian dirujuk ke RSUP untuk menjalani operasi patah tulang leher. Setelah sempat sembuh dan pulang, Kondisinya kambuh lagi, lalu dibawa kembali ke Rumah Sakit Selong hingga akhirnya meninggal dunia disana."tuturnya.


Menurut Yogi, freestyle yang dilakukan anak-anak belakangan ini marak terjadi, diduga terinspirasi dari sejumlah game online. Agar orang tua selalu mengawasi tontonan anak di HP. "Karena tayangan freestyle tersebut pasti dari postingan yang adegannya dilakukan oleh orang-orang terlatih. Kami juga meminta pengawasan dari guru dilingkungan sekolah kepada anak-anak muridnya." Imbuhnya. Yogi menegaskan, bahwa aksi semacam itu sangat berbahaya, jika dilakukan tanpa pengawasan, terlebih oleh anak-anak. 


Peristiwa yang mengakibatkan anak menjadi korban freestyle yang terinspirasi dari game onlin hal ini jelas, menunjukkan keseriusan dampak konten-konten yang ada dalam aplikasi gedjet. Pada saat anak belum sempurna menalarkan konten yang mereka tonton, mereka akan menirukan gaya-gaya yang menurutnya menarik tanpa mengetahui dampak yang akan terjadi bahkan sampai mengancam nyawanya. Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak bersosial media. Namun, realita sekarang karena kesibukan orang tua anak dibiarkan tumbuh kembang bersama gadget tampa kontrol yang maksimal. Gadget akhirnya bukan lagi alat komunikasi, tetapi menjadi pengasuh kedua bagi anak. Dengan keseharian lebih banyak waktunya dengan gadget, otomatis akan membentuk pola pikir dan pola sikap anak yang dengan mudah menirukan sesuatu yang mereka lihat yang sebenarnya belum layak mereka tonton. Bukan hanya itu, masalah lemahnya kontrol lingkungan akan semakin memperparah keadaan. Anak dibiarkan asyik dengan gadget, dengan usia yang sebenarnya butuh pengawasan khusus dalam segala aktivitasnya.


Oleh karena itu, seharusnya negara membatasi akses konten-konten digital yang dianggap berdampak negatif khususnya bagi anak dibawah umur, berbagai vidio ekstrim dan kekerasan yang berbahaya saat ini mudah diakses oleh anak-anak. Apalagi, konten-konten yang berasal dari barat yang sengaja ingin merusak pola pikir dan pola sikap generasi yang jauh dari norma-norma agama. Sebenarnya akar dari permasalahan ini adalah, karena negeri ini mengadopsi sistem kapitalisme sekulerisme liberalisme, yang memisahkan agama dari kehidupan. Memberikan kebebasan individu mengepresikan keinginannya dengan membuat konten-konten yang asal dan tidak mendidik yang hanya mengejar keuntungan dan materi, tidak peduli dampak yang akan terjadi akibat dari konten-kontennya. Dalam sistem sekulerisme solusi yang ditawarkan tidak menjurus pada akar masalahnya, sosial media salah satu alat kafir barat untuk menjalankan misinya menghancurkan akidah umat Islam. Dan ketika kaum muslim tidak bisa memfilter konten-konten yang di tayangkan, tentu mereka akan sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Saat ini banyak sekali konten yang disuguhkan tidak mendidik, bahkan dapat merusak akhlak dan akidah generasi yang akan datang. itulah keberhasilan kafir barat yang ingin menjauhkan generasi dari nilai-nilai agama. 


Dalam sistem Islam, negara akan melindungi seluruh masyarakat dari segala sesuatu yang dapat merusak akhlak dan pemikiran khususnya berasal dari ide-ide kafir barat. Negara akan memfilter segala bentuk kegiatan yang dapat membahayakan anak-anak maupun orang dewasa. Negara akan mengatur sosial media yang sesuai dengan syariat Islam. Negara akan menjadi pelindung bagi seliruh rakyatnya. Nabi Muhammad Saw bersabda: "sesungguhnya seorang imam itu perisai, saat akan berperang akan dijadikannya sebagai tameng (pelindung). Jika Ia memerintahkan takwa kepada Allah SWT maka ia akan mendapat pahala. Namun, jika dia memerintahkan kepada yang lain maka akan mendapatkan dosa karenanya (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh sebab itu, sudah saatnya kita introspeksi dalam memilih seorang pemimpin. Dan dengan menerapkan Islam secara kaffah kita akan melaksanakan segala sesuatu berdasarkan syariat Islam termasuk memilih pemimpin yang amanah. Karena, selain orang tua yang berkewajiban mendidik anak, negara dalam Islam akan membentuk masyarakat yang taat. Karena jika terjadi suatu kemungkaran, maka satu sama lain akan saling mengingatkan dan akan terbentuk Amar Makruf nahi mungkar. Oleh karena itu, sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam yang segala aturannya mutlak datang dari Allah SWT yang akan membawa keberkahan dan keselamatan didunia maupun diakhirat kelak. 


Wallahu alam Bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update