PADANG, NUSANTARANEWS.NET
Wangi kopi yang beradu dengan gelak tawa memecah kekakuan di Cafe Jiwa Raga, Jalan Veteran, Kota Padang. Selasa (19/5/2026), suasananya jauh dari kesan formalitas korporat. JNE Express sukses menyulap agenda Media Gathering menjadi ruang obrolan hangat yang mempertemukan para jurnalis, pelaku usaha, dan tim logistik dalam satu visi: membawa produk lokal Sumatera Barat "terbang" lebih jauh.
Di balik santainya atmosfer kopi darat ini, ada misi besar yang sedang digodok. JNE ingin menegaskan bahwa di era digital, bisnis tidak bisa lagi berjalan sendirian. Kuncinya adalah kolaborasi mutualisme.
Salah satu magnet dalam diskusi ini adalah kisah sukses Pusat Oleh-oleh Ummi Aufa Hakim. Bisnis keluarga legendaris yang dirintis sejak 1999 di Bukittinggi ini sekarang sudah menggurita hingga ke Kota Padang sejak 2015.
Sang Manajer, Winda Nisrina, blak-blakan mengenai rahasia dapur mereka bertahan di tengah gempuran tren digital. Menurutnya, rasa yang enak saja tidak cukup jika produk terlambat sampai ke tangan konsumen. Di sinilah peran krusial logistik masuk.
"Hampir sepuluh tahun kami bermitra dengan JNE, dan bisa dibilang nyaris tanpa komplain dari pelanggan terkait pengiriman," ungkap Winda antusias.
Kini, sanjai balado, keripik khas Minang, dan deretan kuliner tradisional lainnya tidak hanya nangkring di rak toko. Berkat jemput bola dari kurir JNE, sekitar 15 hingga 20 paket per hari rutin melesat ke berbagai penjuru Indonesia memenuhi pesanan *online*. Angka ini bahkan melonjak drastis saat musim libur atau Lebaran.
Meski sukses besar lewat strategi word-of-mouth (promosi mulut ke mulut) dan relasi travel Agent, Ummi Aufa Hakim sadar betul mereka tidak boleh menutup mata dari gen Z dan milenial yang doyan belanja daring. Winda mengaku pihaknya tengah bersiap tancap gas memperkuat penetrasi pasar lewat media sosial.
Menariknya, bisnis ini tidak maju sendirian. Ummi Aufa Hakim saat ini telah merangkul sekitar 100 UMKM lokal di Sumbar untuk menitipkan produk mereka, dengan sistem pembayaran tunai yang sehat tanpa utang. Sebuah bukti nyata bahwa sukses itu harus menular.
Ekosistem saling dukung inilah yang diamini oleh Hastomo Sandy, Head of Sales Area Sumbar JNE.
"UMKM harus saling menguatkan, dan media memegang peran penting dalam publikasi. Kami dari sisi logistik siap memastikan ekosistem ini berjalan lancar," jelas Hastomo.
Bukan JNE namanya jika berkumpul tanpa kejutan. Khairul Amin, Marketing Communication and Partnership Regional Sumatera JNE, membocorkan bahwa gathering di Padang ini sudah memasuki tahun ketiga dan akan terus berlanjut.
Lebih dari sekadar kumpul-kumpul, JNE resmi menantang kreativitas masyarakat dan insan pers Sumatera Barat lewat ajang JNE Content Competition 2026 bertajuk "Bergerak Bersama, Beragam Cerita"
Tidak main-main, amunisi hadiah yang disiapkan tahun ini jauh lebih menggiurkan. Selain uang tunai yang nominalnya didongkrak naik, JNE menyediakan hadiah utama berupa perjalanan Umrah untuk kategori tulisan (writing) dan fotografi.
"Kami menantang rekan-rekan media dan kreator di Sumbar untuk ikut serta. Sampaikan cerita-cerita inspiratif tentang perjuangan UMKM kita ke tingkat nasional," ajak Khairul.
Saat matahari mulai condong ke barat, cangkir-cangkir kopi di Cafe Jiwa Raga mungkin sudah kosong. Namun, energi kolaborasi yang dipantik siang itu justru baru saja dimulai. Kota Padang menjadi saksi bahwa produk lokal tidak akan kalah oleh zaman, selama mereka bergerak bersama.
#JNE, #JNEEXPRESS, #UMKM, #PUSATOLEHOLEHUMMIAUFAHAKIM,

No comments:
Post a Comment