Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaza Terus Diserang, Dihancurkan dan Diblokade: Urgensi Tegaknya Perisai Umat Islam

Monday, May 11, 2026 | Monday, May 11, 2026 WIB

 


Zahrah (Aktivis Dakwah)


Penderitaan rakyat Gaza selama dua tahun terakhir semakin memilukan. Anak-anak dan perempuan banyak yang menjadi korban kebiadapan entitas zionis Israel. Serangan Israel selama dua tahun di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil. Kebiadapan Israel ini telah memantik kemarahan internasional yang ditunjukan dengan banyaknya aksi solidaritas untuk Gaza. Mulai dari aksi turun ke jalan hingga aksi konvoi kapal menembus blokade laut internasional demi satu tujuan, misi kemanusian. 


Global Sumud Flotila merupakan contoh aksi nyata yang dilakukan demi menembus blokade Israel di Gaza lewat jalur laut guna memberikan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Aksi solidaritas ini merupakan kali kedua dilakukan oleh komunitas internasional yang diikuti oleh berbagai aktivis kemanusian dari berbagai negara. Namun, hasilnya tetap sama, dicegat sebelum sampai di perairan Gaza.


Dilansir dari CNN Indonesia (01/05/2026) Zionis Israel menuai sorotan internasional setelah menyita kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan internasional, dekat wilayah Yunani tepatnya di Laut Mediterania, dekat Pulau Kreta, Yunani, lokasi yang berjarak ratusan mil laut (lebih dari 1.000 kilometer) dari daratan Israel. Sekitar 175 aktivis yang berada di atas kapal dilaporkan telah ditahan oleh pihak Israel. 


Zionis mencoba menjustifikasi penahanan tersebut dengan menuding pelayaran kapal tersebut beroperasi di bawah arahan kelompok Hamas. Atas dasar itu, tantara zionis bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap aktivis Flotilla mulai dari menendang, memukul dan menyeret mereka ke tanah.  


Label "teroris" yang digunakan hanya untuk melegitimasi agresi mereka adalah justifikasi palsu yang telah berulang kali digunakan Zionis untuk mengkriminalisasi setiap bentuk solidaritas terhadap Palestina. Itu juga yang mendasari mereka menyasar anak-anak dan perempuan dalam serangan mereka di Gaza yang mengganggap anak itu akan jadi calon teroris dan perempuan akan melahirkan calon teroris.


Zionis Israel akan senantiasa melakukan berbagai cara untuk menguasai wilayah Gaza sepenuhnya. Tidak peduli dengan hukum internasional yang sering mereka langgar. Zionis Israel menganggap kecaman dan kutukan yang dialamatkan kepada mereka oleh negara-negara eropa termasuk negeri-negeri muslim hanya angin lalu. Kecaman dan kutukan itu tidak memberikan pengaruh apapun dari dulu hingga sekarang. Buktinya, Zionis Israel tidak mendapatkan sanksi dari setiap pelanggaran hukum internasional yang dilakukan. Karenanya mereka bebas melakukan apa saja untuk memuluskan renacananya menguasai Gaza dan seluruh wilayah Syam. Pelanggaran hukum laut internasional adalah bukti nyata bahwa entitas Zionis tidak mengenal batas dalam melanggengkan blokade atas Gaza. 


Aksi Global Sumud Flotilla menggambarkan kepada kita semua bahwa aksi dari sebuah komunitas tidak akan sanggup untuk menembus blokade dan aktivis itu pasti sudah tahu akhir dari pelayaran mereka adalah dicegat sama seperti sebelumnya. Aksi yang didasari karena semangat kemanusiaan untuk membebaskan saudara mereka di Palestina dan keputusasaan mereka terhadap para penguasa yang tidak segera mengirimkan tentaranya. 


Tidak ada satu pun negeri-negeri Muslim yang mengirimkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal tersebut. Ini membuktikan bahwa sistem negara-bangsa (nation-state) yang ada hari ini tidak dirancang untuk melindungi umat Islam, tetapi menjaga eksistensi Zionis. Nation state telah menyekat batas antara Palsetina dengan negeri-negeri muslim sangat jauh hingga tidak nampak oleh muslim dan penguasanya meskipun satu wilayah. Barat telah berhasil menanamkan racun nasionalisme di tubuh negeri-negeri muslim. Yang lebih menyakitkan melihat hubungan mesra penguasa negeri-negeri muslim dengan entitas penjajah.


Oleh karena itu, berharap penguasa negeri muslim bisa membebaskan Palestina di sistem hari ini mustahil terjadi. Umat islam harus menyadari solusi fundamental bagi pembebasan Palestina hanya dengan jihad dan tegaknya khilafah. Khilafahlah yang akan mengirimkan tentaranya untuk berjihad membebaskan Palestina, mengusir zionis dari tanah Palestina. Khilafah Islamiyyah adalah satu-satunya institusi yang secara syar'i memiliki kewenangan dan kewajiban untuk melindungi jiwa-jiwa kaum Muslimin yang ditindas oleh kekuatan zalim dengan jihad fii sabilillah. Perjuangan mewujudkan khilafah adalah kewajiban yang harus ditempuh umat, membangun kepemimpinan politik Islam yang bertumpu pada ideologi yang sahih.


Umat islam harus menyadari kekuatan mereka adalah ketika bersatu dalam satu kepemimpinan, satu komando. Kesadaran itu harus diwujudkan dalam aktivitas dakwah dan penyebaran opini islam sebagai solusi masalah Palestina. Kemarahan umat atas penyitaan kapal ini harus diarahkan bukan sekadar pada kecaman dan keprihatinan, melainkan pada kesadaran mendalam pentingnya aktivitas dakwah mengikuti metode perjuangan Rasulullah dalam mewujudkan Khilafah sebagai perisai (junnah). Ketika kesadaran itu telah terbentuk di tengah-tengah umat, maka arah arah perjuangan akan terfokus pada jalan dakwah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw yakni penegakan Daulah islam. Wallahu a’lam bishowwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update