Nusantaranews.net, Payakumbuh — Ketua TP PKK Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Novi Agusti, menyampaikan ekspose komprehensif dalam rangka kunjungan lapangan penilaian Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi tingkat Sumatera Barat Tahun 2026 di Dasawisma Anggrek I.
Dalam pemaparannya, Novi Agusti menjelaskan bahwa Kelurahan Bulakan Balai Kandi memiliki 1.347 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 4.336 jiwa yang didukung oleh 42 kelompok dasawisma dengan kategori tumbuh, berkembang, dan maju. Menurutnya, kekuatan utama PKK terletak pada sinergi antara kader, pemerintah, dan unsur masyarakat.
“PKK tidak berjalan sendiri, tetapi didukung penuh oleh kelurahan serta berkolaborasi dengan berbagai elemen seperti LPM, RT/RW, Karang Taruna, hingga niniak mamak dan bundo kanduang,” ujarnya.
Novi Agusti memaparkan, pada Pokja I, PKK fokus pada pembinaan keluarga melalui kegiatan penyuluhan bahaya narkoba, pencegahan kekerasan terhadap anak dan dalam rumah tangga, serta penerapan restorative justice untuk menekan kenakalan remaja.
Sementara pada Pokja II, ia menekankan keberhasilan pengembangan ekonomi masyarakat melalui sentra UMKM kerupuk sanjai dan makanan ringan. Selain membuka lapangan kerja, program ini juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku UMKM.
“Tidak ada pengangguran di wilayah kami, karena tenaga kerja direkrut dari warga sekitar, bahkan ibu rumah tangga bisa tetap produktif dari rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Novi juga menyoroti keberhasilan sentra rajut yang telah menghasilkan produk kreatif berkualitas hingga menembus pasar ekspor ke Amerika. Program ini dinilai sebagai wujud nyata ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Pada Pokja III, optimalisasi pekarangan melalui program “Aku Hatinya PKK” telah mampu memenuhi kebutuhan dapur keluarga sekaligus menambah penghasilan warga. Sedangkan pada Pokja IV, inovasi pengelolaan sampah menjadi perhatian utama, mulai dari pemilahan sampah, pembuatan ecobrick, hingga pengolahan limbah organik menjadi maggot.
“Inovasi maggot ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menjadi peluang ekonomi yang kami kembangkan dengan budidaya ayam,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Dasawisma Anggrek I telah memulai budidaya 100 ekor ayam pedaging, dengan target ke depan setiap rumah tangga memiliki minimal 10 ekor ayam sebagai sumber penghasilan tambahan.
Melalui ekspose tersebut, Novi Agusti menegaskan bahwa gerakan PKK di Bulakan Balai Kandi berorientasi pada kemandirian, inovasi, dan keberlanjutan, serta siap menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat. (R.Sitepu)

No comments:
Post a Comment