Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dahsyatnya Jeratan Sistem Kapitalis: Beban Masyarakat Makin Berat

Saturday, May 23, 2026 | Saturday, May 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-23T14:26:12Z

 



Penulis : Rani HS

Aktivis Muslimah



Habis jatuh, tertimpa tangga. Peribahasa ini menceritakan kondisi ekonomi masyarakat kita saat ini, yang terjadi pada golongan kelas menengah ke bawah. Efek domino dari melemahnya rupiah, menyebabkan naiknya harga-harga kebutuhan pokok serta turunnya daya beli masyarakat karena tidak disertai kenaikan pendapatan perkapita. Sehingga menimbulkan ketidak seimbangan antara pendapatan dengan pengeluaran.


Depresiasi rupiah terhadap dolar, membuat kondisi perekonomian di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Berdampak pada naiknya harga-harga bahan baku dan juga energi. Dengan nilai tukar rupiah yang makin melemah, harga-harga bahan baku impor terkerek naik karena transaksinya menggunakan dollar AS. "Ini membuat cost of production (biaya produksi) produsen domestik menjadi semakin mahal", kata Teuku Riefky, peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEB UI). ( BBC.com, 16/05/2026).


Rakyat semakin terhimpit, kesulitan memenuhi kebutuhan hidup hingga berujung pada jeratan pinjaman online (pinjol), dll. Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) mencatat out standing pembiayaan oleh industri pinjaman online alias pinjol mencapai Rp. 98,54 triliun perjanuari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya OJK Agusman menuturkan outstanding pinjaman itu tumbuh 25,52% (year on year). ( Bisnis.com, 3/03/2026).


Sementara dilain pihak, pemerintah memandang apa yang dialami masyarakat masih dalam kondisi aman. Selama kebutuhan masih bisa terpenuhi, dan bahan pokok masih tersedia. Cuma yang benar-benar terasa oleh penduduk di perkotaan yang setiap hari mobile dengan aktivitas produksi dan usaha dengan skala besar yang membutuhkan budget tinggi. Sementara masyarakat di desa masih bertahan dengan kemampuan seadanya. Hal ini dijadikan alibi untuk menutupi keadaan masyarakat yang sebenarnya.


Bila dilihat dari konstelasi politik Internasional ( perang AS- Iran) mempengaruhi aktivitas pasar global sehingga memicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Seharusnya pemerintah  segera mengantisipasi agar tidak berdampak pada kenaikan harga-harga. Ketidakpekaan pemerintah terhadap realitas kondisi masyarakat, berujung pada kekeliruan penyelesaian masalah ekonomi ini. Yang pada akhirnya akan memicu pergolakan dalam negeri, dan berujung pada kerusuhan.


Masyarakat pada akhirnya menanggung sendiri beban hidup karena ketiadaan peran pemerintah untuk menyelesaikan problem tersebut, justru kebijakan yang dibuat semakin memperburuk keadaan ( jumlah utang semakin melambung).


Dalam sistem ekonomi Islam pastinya akan menerapkan sistem uang yang lebih stabil, yakni dengan emas dan perak. Karena keduanya bernilai intrinsik alias uang tidak bisa dicetak dari nol, atau dicetak berlebihan sesuai permintaan. Jadi kelebihan mata uang emas dan perak nilainya melekat pada barangnya, sehingga terlindungi dari inflasi.


Negara akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme tertentu yang ditetapkan syariat, seperti larangan riba, jaminan distribusi, pengaturan kepemilikan dll. Kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab pemimpin, karena ia adalah raa'in ( pengurus) sekaligus junnah (pelindung) yang wajib melindungi masyarakat dari kesengsaraan hidup. Referensi: Nizdamul Iqtishadi fil Islam ( Taqiyuddin an-Nabhani) Bab Uang, Bab Perdagangan Luar Negeri.


Betapa gemilangnya kondisi ekonomi dalam sistem Islam, yang mana jauh dari inflasi dan konflik yang meresahkan rakyat. Sistem ekonomi Islam bisa membawa pada kesejahteraan, keberkahan di dunia dan akhirat. Semoga kita tercerahkan pikirannya untuk segera menerapkan syariat Islam secara Kaffah dalam naungan khilafah, agar terhindar dari malapetaka dan kesengsaraan hidup. Allahu Akbar...


Wa'Allaahu A'lamuu bis Showwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update