Bocah 4 Tahun di Tanggamus Berjuang Melawan Penyakit Jantung, Keluarga Miskin Menanti Kepastian Bantuan
Tanggamus(Nusantaranews.net) Lampung Di tengah keterbatasan ekonomi, pasangan Turimin Ependi dan sang istri hanya bisa pasrah melihat putra mereka, Rafa Ghani Muhamid (4), terbaring lemah akibat penyakit jantung yang dideritanya. Warga Dusun Campang Kiri, Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus itu kini harus menjalani pengobatan intensif sambil menunggu kepastian biaya operasi yang belum mampu dipenuhi keluarga.senin (11/05/2026)
Sudah kurang lebih dari satu bulan Rafa menjalani pengobatan. Namun hingga kini, bocah itu disebut baru mendapatkan perawatan dasar lantaran tindakan medis lanjutan membutuhkan biaya besar yang tidak sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan.
Rafa direncanakan menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta. Akan tetapi, keterbatasan biaya menjadi tembok besar yang sulit ditembus keluarga yang sehari-hari hidup dalam kondisi serba kekurangan.
“Kami hanya ingin anak kami sembuh. Tapi untuk biaya pengobatan dan operasi, kami benar-benar tidak sanggup,” ujar Turimin Ependi dengan suara lirih menahan haru.
Menurut pihak keluarga, sejumlah obat dan kebutuhan medis yang direkomendasikan dokter tidak masuk dalam tanggungan BPJS. Kondisi itu membuat keluarga harus mencari uang tambahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.
“Kadang kami harus mencari ratusan ribu rupiah hanya untuk menebus obat. Sementara kondisi Rafa semakin menurun dan dokter menyarankan segera dilakukan tindakan,” ungkap keluarga.
Ironisnya, di saat keluarga kecil ini berjuang menyelamatkan nyawa anaknya, bantuan konkret yang diharapkan belum juga terlihat jelas. Harapan besar kini tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Pemerintah Provinsi Lampung agar hadir memberi solusi nyata, bukan sekadar empati.
Kasus Rafa kembali membuka fakta bahwa masih banyak keluarga kurang mampu yang kesulitan mendapatkan akses pengobatan maksimal, meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Program jaminan kesehatan yang seharusnya menjadi penyelamat rakyat kecil dinilai belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan pengobatan penyakit berat dengan biaya tinggi.
Di ruang perawatan, Rafa hanya bisa terbaring lemah. Sementara kedua orang tuanya terus mengetuk pintu bantuan, berharap ada uluran tangan yang datang sebelum kondisi putra mereka semakin memburuk.
Kini, waktu menjadi lawan terbesar keluarga kecil asal Tanggamus tersebut.
(R.Guntoro)

No comments:
Post a Comment