Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Usai Musorkot, Tantangan Berat Menanti Chairul Mufti Pimpin KONI Payakumbuh

Saturday, April 25, 2026 | Saturday, April 25, 2026 WIB

Nusantaranews.net, Payakumbuh — Terpilihnya Chairul Mufti (Heru) sebagai Ketua Umum KONI Kota Payakumbuh periode 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot), Sabtu (25/4/2026), bukan sekadar kemenangan dalam kontestasi organisasi. Lebih dari itu, ia langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah besar: menyatukan faksi dan membuktikan capaian prestasi.

Dalam proses voting yang berlangsung demokratis, Chairul Mufti meraih 34 suara, unggul jauh dari pesaingnya, Armen Faindal dengan 6 suara dan Jeffri Ricardo Magno yang memperoleh 5 suara dari total 45 suara sah.

Namun, selisih suara yang mencolok tidak serta-merta menjamin stabilitas organisasi ke depan. Dinamika yang muncul selama proses pemilihan berpotensi menyisakan fragmentasi di tubuh KONI yang harus segera dikelola.

Chairul Mufti sendiri menyadari hal tersebut. Dalam pernyataannya usai terpilih, ia langsung menekankan pentingnya rekonsiliasi.

“Kontestasi sudah selesai. Sekarang saatnya kita bersatu untuk membawa olahraga Payakumbuh lebih maju,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal awal bahwa kepemimpinannya akan diuji bukan hanya pada aspek teknis pembinaan olahraga, tetapi juga kemampuan merangkul seluruh elemen, termasuk pihak yang sebelumnya berada di kubu berbeda.

Di sisi lain, waktu yang tersedia terbilang sempit. Agenda besar seperti Porprov 2026 sudah di depan mata. Persiapan atlet, pelatih, hingga dukungan anggaran membutuhkan langkah cepat dan terukur.

Chairul Mufti menyebutkan bahwa fokus awalnya adalah mempercepat konsolidasi organisasi dan membangun kepengurusan yang inklusif.

“Yang paling dekat adalah Porprov 2026. Kita harus bergerak cepat, membentuk tim yang solid dan memastikan semua cabang olahraga siap,” katanya.

Pengamat olahraga daerah menilai, kepemimpinan baru ini akan sangat ditentukan oleh dua hal utama: soliditas internal dan capaian prestasi. Tanpa keduanya, euforia kemenangan Musorkot bisa cepat berubah menjadi tekanan.

Terlebih, ekspektasi publik terhadap KONI Payakumbuh terus meningkat, seiring tuntutan agar daerah ini mampu bersaing di level Sumatera Barat bahkan nasional.

Kini, sorotan tidak lagi pada siapa yang menang, melainkan apa yang akan dilakukan setelah kemenangan itu. Chairul Mufti dituntut membuktikan bahwa mandat 34 suara bukan sekadar angka, tetapi kepercayaan yang harus dijawab dengan prestasi nyata. (R.Sitepu)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update