Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Urbanisasi Kian Meningkat Karena Mudik Sudah Menjadi Tradisi

Saturday, April 11, 2026 | Saturday, April 11, 2026 WIB Last Updated 2026-04-11T13:19:07Z

 


Oleh. Emah Rohemah
Aktivis Muslimah


Jakarta diprediksi mengalami arus balik Lebaran yang lebih besar dibandingkan dengan arus mudik. Pada momen Lebaran tahun 2026, fenomena urbanisasi kembali terjadi, yaitu perpindahan masyarakat dari desa ke kota untuk mengadu nasib. Mereka datang membawa sejuta impian dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Ternyata, urbanisasi masih diminati oleh banyak orang. Para pendatang baru ini umumnya tiba bersama sanak saudara, keluarga, atau teman, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi pada Jumat, 27 Maret 2026. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka migrasi risen neto Indonesia pada tahun 2025 secara nasional tercatat sekitar 1,2 juta jiwa. Dengan total penduduk mencapai 281,6 juta jiwa, sebanyak 54,8 persen penduduk kini tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan sisanya 45,2 persen menetap di pedesaan.

Ketimpangan Struktural Desa dan Kota

Fenomena urbanisasi menunjukkan adanya ketimpangan struktural yang nyata antara desa dan kota, yang pada akhirnya memperdalam kesenjangan sosial. Kota-kota besar masih menjadi magnet utama bagi masyarakat untuk mengubah nasib. Dampaknya, desa kehilangan generasi muda yang seharusnya menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah. Desa pun sulit untuk maju dan berkembang secara mandiri karena ditinggalkan oleh tenaga-tenaga produktifnya.

Pemerataan dalam Perspektif Islam

Keadaan ini tentu akan berbeda jika kehidupan diatur dengan sistem Islam yang diterapkan secara menyeluruh (kaffah). Dalam Islam, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kota, tetapi diratakan ke seluruh wilayah, termasuk pelosok desa. Generasi muda diarahkan untuk diberdayakan menjadi pribadi yang produktif melalui sistem pendidikan dan ekonomi yang mumpuni sehingga angka pengangguran dapat ditekan.

Fasilitas infrastruktur serta sarana dan prasarana umum disediakan secara memadai oleh negara tanpa diskriminasi wilayah. Lapangan kerja dibuka luas di berbagai daerah sesuai dengan potensi sumber daya alam setempat. Dengan demikian, urbanisasi dapat diminimalkan karena pemberdayaan manusia dilakukan secara merata, sehingga masyarakat desa tidak perlu merantau jauh untuk hidup sejahtera.

Allah Swt. berfirman:

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam." (QS Al-Anbiya: 107).

Ayat ini menegaskan bahwa Islam adalah sistem yang membawa rahmat bagi seluruh manusia dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pengaturan ekonomi, tata kelola pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat secara adil.

Solusi Sistemik

Kesejahteraan yang merata ini dapat terwujud jika terdapat seorang pemimpin (Khalifah) dalam naungan institusi Khilafah. Islam memberikan solusi kehidupan yang menyeluruh; tidak hanya mengatur perkara ibadah ritual, tetapi juga mengatur distribusi kekayaan secara adil agar tidak hanya berputar di kalangan tertentu atau di wilayah tertentu saja. Sistem Islam memiliki mekanisme yang sempurna dalam mengatasi berbagai ketimpangan sosial dan ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat saat ini.

Wallahu a’lam bish-shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update