Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mudik Usai, Urbanisasi Dimulai

Saturday, April 18, 2026 | Saturday, April 18, 2026 WIB

.



Oleh Sintia

Ibu Rumah Tangga


Idul fitri di Indonesia selalu menjadi momen sakral setiap orang untuk “pulang”. Tak jarang lautan manusia terbagi di beberapa wilayah. Kota menjadi sepi, yang biasanya ramai dipadati warga. Setelah usai melepas rindu bersama, tibalah untuk kembali ke kota. Namun ada yang berbeda, jumlah orang yang pulang ke kota biasanya lebih banyak dibandingkan yang pulang ke desa.


Perpindahan masyarakat dari desa ke kota yang kita kenal dengan urbanisasi mau tidak mau menjadi perhatian kita bersama. Urbanisasi selalu diisi dengan harapan hidup dan pencapain yang lebih baik dan menjadi mimpi semua orang. Hal ini menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi antara desa dengan kota itu nyata adanya. 


Para urbanisan ini didominasi oleh usia produktif dalam bekerja, sementara para lansia setia berada di desanya. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 287.6 juta jiwa pada tahun 2025, sekitar 54.8% penduduk tinggal di perkotaan, sementara 45.2% sisanya tinggal di pedesaan (Metrotvnews.com).


Urbanisasi menimbulkan kesenjangan yang nyata antara desa dan kota. Bisa dilihat dari ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur dsb. Adapun alokasi anggaran yang bersifat kota sentris dan program ekonomi desa menjadi sebuah formalitas semata, tidak benar-benar bisa memajukan desa, hanya segelintir orang saja yang mampu memanfaatkan kondisi ini, dengan kata lain rakyat miskin akan semakin miskin karena akses untuk mendapat bantuan pun kadang tidaklah mudah. 


Kapitalisme semakin merajalela, menggurita dari kota sampai ke desa. Rakyat yang tidak memiliki modal atau akses pada kekuasaan, sudah pasti tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka akan sangat mudah untuk menerima sodoran amplop berisi puluhan ribu saja hanya untuk menutupi kebutuhan makan di hari itu, menggambar kondisi hari ini yang tidak terbantahkan.


Lapangan pekerjaan yang semakin sulit, biaya pendidikan yang semakin tinggi semakin mempersulit rakyat untuk bisa sejahtera. Buaian janji yang banyak dilontarkan para pemimpin hanya terjadi di hari itu saja. Selanjutnya masyarakat secara mandiri memperjuangkan hidup mereka sendiri. 


Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, tak terkecuali politik (siyasah). Islam tidak memisahkan antara politik dan agama. Dengan berprinsip pada syariat, yang aturannya diciptakan Allah Al Khaliq wal Mudabbir dapat dipastikan adil dan baik untuk umat manusia. Aturan Allah jelas tidak bisa diotak-atik sesuai dengan kepentingan segelintir orang. Manfaat pengaturan Islam akan dirasakan oleh semua umat manusia baik muslim maupun non muslim. 


Dalam Islam pemimpin wajib memastikan kondisi rakyat dan kebutuhannya sudah terpenuhi. Distribusi nya lancar sehingga dimanapun rakyat tinggal baik di kota maupun di desa akan mendapatkan akses yang sama dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup mereka. Rakyat tidak perlu pindah dari desa ke kota untuk mencari penghidupan yang lebih layak.


Amirul Mukminin Umar bin Khattab sering melakukan inspeksi ke rumah-rumah penduduk untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan hidup rakyat. Cerminan betapa takutnya seorang pemimpin dengan pertanggungjawabannya nanti di akhirat. Umar sadar betul bahwa menjadi pemimpin itu bukan ajang kebanggan justru sebaliknya. Aturan Allah itu akan selalu terpatri pada setiap hamba yang beriman, mengantarkan pada ketaatan dan hanya berharap balasan dari Allah, kelak.


Wallahu A'lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update