Nusantaranews.net, Bukittinggi — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi menuntaskan rangkaian latihan intensif sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2026 tingkat nasional di Palembang. Setelah menjalani latihan ketat di Lapangan Ateh Ngarai, kontingen resmi dilepas Pemerintah Kota Bukittinggi, Rabu (22/4/2026).
Pelepasan dilakukan oleh Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Sekretaris Daerah, Rismal Hadi, di lokasi yang sama, menandai kesiapan tim untuk berlaga pada 27 hingga 30 April 2026.
Sebelumnya, para personel DPKP telah menjalani latihan intensif dengan fokus pada peningkatan kemampuan teknis dan kekompakan tim. Latihan tersebut mencakup tiga cabang yang akan diperlombakan, yakni survival, ladder pitching, dan hose laying, yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta koordinasi tinggi di lapangan.
Kepala DPKP Kota Bukittinggi, Joni Feri, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam NFSC 2026 bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kapasitas dan profesionalisme petugas.
“Ajang ini bertujuan meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta respons cepat personel di lapangan. Dengan latihan yang telah dijalani, kita optimistis bisa memberikan hasil terbaik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pengalaman mengikuti kompetisi serupa pada tahun 2023 menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan performa tahun ini.
Sebanyak delapan personel diberangkatkan dalam kontingen tersebut, terdiri dari enam peserta dan dua official. Seluruhnya telah dibekali latihan fisik dan teknis secara maksimal selama masa persiapan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petugas pemadam kebakaran yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana dan penyelamatan.
“Petugas damkar adalah bagian dari pahlawan masyarakat. Tugas ini mulia, dengan risiko besar, namun tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keikutsertaan dalam kompetisi ini diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi lebih pada peningkatan kemampuan yang dapat diimplementasikan dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Menjadi juara adalah bonus. Yang lebih penting adalah bagaimana skill dan pengalaman yang didapat bisa diterapkan untuk menyelamatkan masyarakat dan meminimalisir kerugian,” tegasnya.
Selain itu, Sekda juga mengingatkan agar petugas terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi kebakaran, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan langkah awal penanganan kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.
Dengan persiapan matang melalui latihan intensif dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, DPKP Bukittinggi optimistis dapat tampil maksimal sekaligus membawa pulang pengalaman berharga dari ajang nasional tersebut. (R.Sitepu)

No comments:
Post a Comment