Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Demiliterilasi: Upaya Barat Membungkam Perlawanan Rakyat Gaza

Wednesday, April 22, 2026 | Wednesday, April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T03:47:28Z

Oleh; Sarinah.


Dewan Perdamaian ( Board Of Peace/ BOP) mendesak Hamas agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini.

Mengutip sumber New New York Times, pada Senin 6 April 2026 menyampaikan, bahwa Amerika Serikat telah menginginkan Hamas menyerahkan hampir semua persenjataannya serta menyerahkan jaringan terowongan bawah tanah di Jalur Gaza.

Kemudian, perwakilan dari kedua pihak akan bertemu di Mesir pada Selasa 8 April 2026 dalam rangka merampungkan kesepakatan demiliterisasi pada akhir pekan ini.

November lalu Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi Resolusi 2803 yang menyetujui implementasi rencana perdamaian Gaza yang disepakati Hamas dan Zionis Israel pada Oktober 2025.

Pada pertengahan Januari lalu, duta khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, mengumumkan pelaksanaan tahapan kedua rencana perdamaian Gaza.

Tahapan tersebut mencakup penarikan tentara Zionis dari wilayah Gaza, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), dan pendirian struktur pemerintahan baru untuk Gaza di bawah BOP yang dipimpin Trump.

Trump mengumumkan pendirian BOP Pada Januari dan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung. Pertemuan perdana BOP berlangsung di Washington pada 19 Januari dengan dihadiri oleh perwakilan dari 20 negara (ANTAR 7 April 2026).

Sejatinya BOP bukan lah mediator netral, tetapi jebakan Kapitalisme global yang condong pada kepentingan Barat dan Zionis Yahudi penjajahan. Mempercayai bahwa BPO adalah papan perdamaian adalah pemahaman yang jelas keliru. Karena pada faktanya BOP sama sekali tidak mewujudkan perdamaian, apalagi memihak terhadap kepentingan Palestina.

Peluncutan senjata adalah upaya Barat ( AS) untuk menghentikan perjuangan perlawanan rakyat Gaza dengan jihad. Dengan peluncur senjata Rakyat Gaza tak lagi memiliki alat untuk berperang. Tak hanya kehilangan persenjataan, bahkan mereka ditipu oleh badan perdamaian bentukan Amerika Serikat yang sejatinya adalah Sabahat karib zionis Yahudi. Mereka sengaja memperdayai rakyat Gaza dengan angan-angan perdamaian semu yang tidak ada buktinya.

Pelucutan senjata juga bagian dari serangan pemikiran, sebagai upaya mengubah cara pandang umat agar menganggap berlawanan sebagai ancaman dan penyerahan senjata sebagai jalan damai. Ini jelas model perang pemikiran yang seharusnya dilawan.

Solusi Gaza bukanlah diplomasi, karena zionis Yahudi kebal dengan bahasa diplomasi, bahkan terlalu banyak pelanggan yang tidak dapat dihitung lagi jumlahnya yang dilakukan oleh zionis Yahudi. 

Solusi dari permasalahan di Gaza tidak lain hanyalah penegakkan khilafah Islamiyyah yang akan melindungi segenap harta, darah dan nyawa kaum muslim.

Palestina adalah wilayah Islam yang wajib dibebaskan melalui kekuatan militer, bukan negosiasi. Militer dibalas militer, bukan negosiasi ataupun diplomasi.

Khilafah ( kepemimpinan Islam) akan menggerakkan kekuatan militer seluruh negeri-negeri Muslim untuk mengusir penjajah Zionis dari bumi Palestina. Khilafah adalah raa'in ( pemelihara) dan junnah (perisai ) yang akan melindungi nyawa kaum Muslim. 

Umat harus disadarkan melalui dakwah ideologi terkait urgensi khilafah dan kewajiban memperjuangkannya. Umat harus diubah pemikirannya, sehingga sadar akan pentingnya naungan negeri islam. Dengan kesadaran itu maka akan mendorong umat muslim di seluruh dunia bersatu dalam perannya yakni mewujudkan kembali kepemimpinan Islam dalam bingkai khilafiah Rasyidah.

Allahu a'lam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update