Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Solusi Fundamental Untuk Krisis Kesehatan Mental Pada Anak.

Monday, March 30, 2026 | Monday, March 30, 2026 WIB




Oleh: Sintia

Ibu Rumah Tangga


Maraknya berita kasus bunuh diri pada anak membuat banyak orang tua semakin

cemas, semua elemen masyarakat menyoroti hal tersebut. Pemerintah

melalui 9 kementerian mendorong untuk mengesahkan SKB kesehatan jiwa anak sebagai 

respon dari seriusnya kasus tersebut.

Dikutip dari Hukumonline.com faktor pemicu kasus tersebut berasal dari konflik

keluarga dengan persentase 24-46%, perundungan 14-18%, masalah psikologis 8-26% dan

tekanan akademik 7-16%. 


Dilihat dari presentasi tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa

faktor keluarga menjadi faktor utama kasus bunuh diri pada anak.

Keluarga, idealnya menjadi tempat yang aman untuk “pulang”. Akan tetapi kita tidak

bisa menutup mata dan telinga jika akhir-akhir ini banyak sekali kasus yang bermunculan

dari “retaknya sebuah rumah” seperti perceraian, masalah ekonomi, hutang, perselingkuhan,

kekerasan rumah tangga. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada kondisi mental setiap

anggota keluarga termasuk anak.


Masalah-masalah yang muncul dalam keluarga bisa kita analisis ditimbulkan

karena keluarga saat ini tidak dibangun berlandaskan pondasi yang benar. Standar kesuksesan atau kebahagiaan yang dikejar berdasarkan materi semata, ini pertanda masyarakat tengah terpapar sistem liberal-kapitalisme.

Hal tersebut diperparah dengan hegemoni media global kapitalisme yang selalu

menampilkan sisi kehidupan yang bergantung pada materi dan memisahkan peran agama

dari kehidupan. 


Pemahaman inilah yang membuat banyak keluarga muslim sulit untuk menemukan

ketenangan bahkan asa puas dalam hidup terutama berkaitan dengan materi. Ketika “materi” tidak bisa dikejar sesuai dengan ekspektasi, timbulah konflik keluarga yang membuat hubungan keluarga dan anak tidak harmonis. Sehingga anggota keluarga lupa atau bahkan kehilangan perannya. Lingkungan sekuler juga berperan membentuk anggota keluarga berperilaku jauh dari norma, etika bahkan agama.


Islam memposisikan setiap orang, baik ibu, ayah maupun anak mempunyai

perannya masing-masing. Al-qur’an juga memberikan panduan komprehensif mengenai

pengasuhan anak yang berfokus pada penanaman tauhid, kasih sayang dan pendidikan

karakter seperti pada surat luqman ayat 13 -17. Ayat ini memberikan gambaran pada kita, bagaimana seorang ayah (Luqmanul Hakim) memberikan pengajaran pada putranya. 


Pelajaran pertama adalah larangan mempersekutukan Allah,

karena syirik adalah kezaliman yang besar. Allah memerintahkan agar berbuat baik kepada kedua orang

tuanya. Terutama ibu yang telah mengandung dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukur

kepada Allah dan kepada kedua orang. Jika keduanya memaksa untuk mempersekutukan Allah dengan sesuatu maka janganlah menaati

keduanya, tapi tetap memperlakukan keduanya dengan baik. 


Ayat ini juga mengingatkan bahwa sekecil apapun perbuatan akan dimintai pertanggung jawaban kelak. Kemudian Luqman menasihati untuk melaksanakan shalat dan beramar makruf nahi mungkar, juga bersabar pada setiap ujian yang menimpa. Maa Syaa Allah betapa Allah telah memberikan aturan yang sangat lengkap dan sempurna untuk makhluk ciptaan Nya.


Islam mengatur sedemikian rupa peran setiap manusia. Membantu kita

menemukan apa tujuan kita hidup di dunia, memberikan pedoman terbaik dalam

menjalankan hidup. Seorang muslim tidak akan terfikir untuk mengakhiri hidup dengan

penuh kesia-siaan contohnya bunuh diri, karena itu haram hukumnya.


Peran pemerintah dalam meriayyah umat sudah diatur dalam islam, yaitu

sebagai Rain (pemimpin) yang bertanggung jawab mengayomi rakyat dan Junnah (perisai)

melindungi rakyat dari bahaya serta kezaliman. Melindungi mereka dari Tsaqofah (pemahaman) asing yang

merusak kehidupan keluarga kaum muslim. Sayangnya saat ini belum bisa terwujud karena

pemerintah masih menerapkan sistem demokrasi-kapitalis, sehingga perlu perubahan

secara menyeluruh mulai dari level keluarga sampai level negara dalam mewujudkan

penerapan sistem islam secara kaffah.


wallahu a’lam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update