Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

‎Kekerasan Remaja, Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Thursday, March 19, 2026 | Thursday, March 19, 2026 WIB

 


‎Zahrah (Aktivis Dakwah) 

‎Femomena kekerasan di tengah pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan.  Relasi pertemanan yang seharusnya berjalan sewajarnya justru bisa mendatangkan malapetaka yang berujung pada penghilangan nyawa ketika batas-batas pergaulan dalam agama tidak lagi diindahkan.  seperti kasus penganiayaan yang melibatkan dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau menjadi salah satu contoh ketika hasil dari pergaulan bebas yang berujung pada kekerasan serius.  

‎Dilansir dari Metro TV (26/02/2026) Peristiwa pembacokan seorang mahasiswi berinisial FAP di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Kamis, 26 Februari 2026 pukul 08.30 WIB saat korban akan mengikuti seminar proposal.  Kepala Humas Polda Riau mengungkapkan bahwa kasus penganiayaan berat ini dilatarbelakangi motif hubungan pribadi antara pelaku dan korban.  Mahasiswa berinisial RM telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini menjalani proses hukum lebih lanjut. 

‎Peristiwa seperti ini sudah sering kali terjadi.  Pergaulan bebas remaja yang berujung pada kekerasan menunjukkan  rusaknya relasi pergaulan remaja dan mahasiswa di dalam masyarakat.  Ketika interaksi antara laki-laki dan perempuan terjadi tanpa batas yang jelas, seringkali berujung pada petaka. 

‎Salah satu akar masalahnya adalah makin dinormalisasinya pergaulan bebas di tengah masyarakat.  Interaksi antara laki-laki dan perempuan bejalan tanpa batas syariat yang tegas dengan dalih rasa suka dan cinta. Pada akhirnya aktivitas pacaran menjadi tren dan gaya hidup generasi muda saat ini.  Akan dianggap aneh kalau tidak punya pacar.  

‎Fenomena pacaran dikalangan remaja disebabkan oleh kehidupan liberal yang memberikan kebebasan bagi remaja untuk mengekspresikan gharizah mau dengan cara yang tidak sesuai syari'at, salah satunya dengan pacaran.  Penerapam sistemSekuler yang memisahkan agama dari kehidupan  telah membawah generasi muda untuk terbiasa bergaul secara bebas.  Dalam Sistem Sekuler, aturan agama dipinggirkan.  Akibatnya generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi kebebasan, sementara batasan moral dan agama makin kabur.  

‎Selain itu, sistem pendidikan yang  berasaskan sekulerisme  yang menekankan pada pencapaian akademik dan kecerdasan intelektual, sementara pembentukan karakter, adab dan kesholehan pelajar sering kali terabaikan.   Akibatnya, banyak generasi muda yang memiliki kemampuan akademik tinggi namun rapuh secara mental dan moral.  Sekolah dan Perguruan tinggi pun sering kali hanya dipandang sebagai sarana memperoleh ijazah dan pekerjaan bukan sebagai tempat pembentukan syakhsiyah islam.  

‎Ketika pendidikan hanya berorientasi materi, bukan pembentukan syakhsiyah islam,  maka akan mengakibatkan generasi muda yang semakin jauh dari islam, dan mengalami krisis identitas, Kegelisahan emosional hingga kehilangan arah dalam menghadapi tekanan sosial.  dengan kondisi mental yang rapuh dan jauh dari islam, generasi muda cenderung melakukan tindakan ekstrim ketika mengalami masalah hidup.  Oleh karena itu, maraknya kasus kekerasan oleh generasi muda  tidak bisa dilepaskan dari  sistem kehidupan sekuler yang diterapkan di tengah kehidupan masyarakat.  

‎Oleh karena itu, butuh sistem kehidupan yang bisa membentuk generasi muda yang bersyakhsiyah islam. Sistem itu adalah sistem islam yang menjadikan akidah islam sebagai landasan manusia dalam bersikap dan berperilaku.  Islam adalah agama yang sempurna mengatur kehidupan manusia, termasuk interaksi antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.  

‎Islam mengatur beberapa interaksi yang diperbolehkan seperti dalam muamalah, pendidikan, kesehatan, dan persaksian.  Dan yang tidak diperbolehkan seperti khalwat antara laki-laki dan perempuan dan juga ikhtilat serta melarang berbagai interaksi yang bisa merangsang naluri nau.  

‎Selain itu, sistem pendidikan islam juga akan membentuk generasi muda yang faqih fiddin serta bersyakhsiyah islam. Dengan menanamkan akidah  serta  tsaqofah islam, generasi muda akan memiliki kesadaran penuh tentang tanggung jawab mereka sebagai hamba allah.  sehingga generasi muda tidak hanya pintar secara akademik tetapi juga bersyakhsiyah islam. 

‎Dalam kehidupan sosial, islam juga membangun aktivitas amar ma'ruf nahi mungkar. Masyarakat islam akan senantiasa melakukan tugas itu dengan maksimal. ketika ada aktivitas yang melanggar syari'at masyarakat akan langsung mencegahnya.  

‎Sungguh islam adalah agama yang sempurna yang mampu menyelesaikan semua problematika umat, termasuk pergaulan bebas yang semakin marak akibat penerapan sistem sekuler, yang meniadakan peran Allah SWT sebagai pengatur kehidupan.  

‎Wallahu a'lam bishowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update