Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kecelakaan Lalu Lintas dan Macet Mudik Terulang, Mudik Berakhir Duka!

Monday, March 30, 2026 | Monday, March 30, 2026 WIB


Oleh : Leli Amaliah, S. Kom


Momen lebaran menjadi hari untuk berkumpul bersama keluarga. Mudik di Indonesia seperti ritual tahunan yang hampir dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun, permasalahan mudik setiap tahun tidak berubah yakni masalah kemacetan lalu lintas yang padat merayap. 


Pada tahun 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri mengalami peningkatan signifikan. Akibatnya terjadi kemacetan panjang seperti yang terjadi di kawasan Cicalengka yang mencapai lima kilometer antrian kendaraan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, lebih dari 190 ribu kendaraan yang telah melintasi jalur selatan Nagreg.  Dilihat penyebab kemacetan ini dikarenakan lonjakan volume kendaraan pemudik dan penyempitan jalur di beberapa titik krusial serta adanya keluar masuk kendaraan di rest area yang membuat arus lalu lintas macet baik yang menggunakan kendaraan mobil maupun motor dari arah Bandung dan Jakarta yang mendominasi jalur menuju Jawa Barat Selatan hingga Jawa Tengah. 


Akibat lalu lintas yang padat tahun ini dilaporkan kecelakaan pada saat mudik periode 13-19 Mei 2026 dilaporkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025 yaitu 1.97%. Meski begitu angka korban jiwa mengalami penurunan yaitu 13,50% dari tahun lalu. Tetapi angka korban luka akibat kecelakaan mengalami peningkatan yaitu luka berat naik 9,42% dan luka ringan naik 19,63%. (KumparanNews, 19 Maret 2026) 


Jika melihat angka kecelakaan yang cukup tinggi, maka ada beberapa faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Urutan pertama adalah faktor kelalaian manusia dan disusul oleh kondisi jalan. Dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengatasi hal tersebut. Saat ini, kita bisa melihat setidaknya upaya pemerintah dengan melaksanakan program perbaikan jalan sebelum arus mudik dan beberapa instansi pemerintah melaksanakan program mudik gratis. Namun, upaya tersebut belum maksimal. Sebab, tak sedikit kita dapati fakta di lapangan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan hanya sebatas tambal sulam. Menutup lubang yang ada dengan tambahan aspal yang justru sering kali menimbulkan masalah baru, misalnya ketinggian aspalnya akan berbeda dengan aspal dasar. Sehingga menyebabkan jalan menjadi bergelombang yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. 


Di sisi lain, program pemerintah yaitu mudik gratis seperti kurang peminatnya. Hal ini disebabkan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi yang lebih fleksibel dan efisien. Jadwal keberangkatan dari program mudik gratis terkadang belum bisa terakses oleh masyarakat pun menjadi penyebab sepi nya peminta transportasi mudik gratis. 


Persoalan mudik bukan sebatas agenda pulang kampung tiap tahun oleh masyarakat. Tetapi didalamnya butuh regulasi, penanganan, dan tanggung jawab negara agar masyarakat bisa pulang dengan aman dan nyaman tanpa ada rasa kegelisahan dan kekhawatiran. 


Islam memiliki konsep pengurusan rakyat yang jelas. Tujuan keberadaan negara adalah untuk mengurusi urusan rakyat, termasuk menyangkut hajat hidup orang banyak. Merupakan sebuah kewajiban negara dalam pemenuhannya. Negara wajib hadir dan tidak membiarkan adanya celah bahaya yang menimpa rakyat. Terdapat rasa tanggung jawab pada pemimpin dalam Islam di hadapan Allah SWT terkait semua yang dipimpinnya. Bisa kita lihat pada masa Kekhalifahan Sultan Abdul Hamid II pernahembanghn sarana transportasi bagi jemaah haji berupa rel kereta api.  Sebelum pembangunan ini, biaya perjalanan haji cukup mahal karena harus menyewa Unta dan perlengkapan lainnya dan menempuh waktu dua bulan. Dengan adanya jalur kereta api perjalanan jauh lebih mudah, cepat dan murah serta nyaman. 


Ini merupakan sedikit gambaran terkait ketersediaan layanan transportasi dalam Islam. Suatu pelayanan yang sungguh-aunggu umtukenghadirkan sarana terbaik bagi rakyatnya.


Selain itu, negara wajib membangun infrastruktur jalan yang layak dan aman. Jalan yang mulus, luas, terawat dan mampu menampung kebutuhan mobilitas masyarakat. Tidak ada yang boleh jalanan yang rusak, berlubang dan tidak mulus membahayakan pengguna. 


Mudik yang selalu diwarnai kemacetan dan kecelakaan. Seharusnya menjadi bahan refleksi karena bukan hanya sekedar masalah tahunan. Tetapi ini menjadi bukti kelalaian pemerintah dan kegagalan dalam pengelolaan urusan publik. Sudah saatnya, negara harus hadir sebagai pelindung dan menjadikan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama. Alhasil, musim mudik akan membawa cerita yang berbeda. 


Wallahu'alam Bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update