Nusantaranews.net, Limapuluh Kota — Suasana Ramadan di Masjid An Nur, Jorong Kubang Balambak, Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, terasa istimewa. Salah satu sentra penghasil gambir di Kabupaten Limapuluh Kota itu dipenuhi wajah-wajah sumringah saat rombongan Tim Safari Ramadhan I yang dipimpin Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, tiba di halaman masjid.
Antusiasme masyarakat begitu terasa. Di tengah ibadah puasa, semangat silaturahmi tak surut. Warga menyambut dengan hangat, menunjukkan eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakatnya. Rabu (4/3)
Dalam sambutannya, Safni Sikumbang mengaku terharu atas sambutan penuh kekeluargaan tersebut. Menurutnya, nilai silaturahmi yang terjalin dalam Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang memperkuat persaudaraan dan menyerap aspirasi secara langsung.
“Sebagai kepala daerah, sudah menjadi kewajiban saya untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung kondisi dan kebutuhan yang ada. Karena kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan di atas meja, tetapi memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga ke daerah paling ujung,” ujarnya.
Beliau menegaskan, dipilihnya wilayah yang berada di bagian terluar bukan tanpa alasan. Baginya, seluruh nagari memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan. Pemerintah daerah, kata dia, berkewajiban menjamin pemerataan pembangunan serta perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Ia menjelaskan bahwa dengan iuran yang relatif kecil, masyarakat dapat memperoleh perlindungan yang besar, terutama bagi para pekerja sektor informal seperti petani dan pengolah gambir.
“Perlindungan sosial adalah bentuk kehadiran negara. Kita ingin masyarakat bekerja dengan tenang karena ada jaminan ketika terjadi risiko,” tegasnya.
Tak hanya soal kesejahteraan ekonomi, Safni juga menaruh perhatian pada pembinaan generasi muda. Ia mendorong anak-anak dan remaja di Kubang Balambak untuk mempelajari seni baca Al-Qur’an, agar mampu melantunkan ayat suci dengan baik dan merdu.
“Ramadan adalah momentum memperkuat akhlak dan keimanan generasi muda. Kita ingin Limapuluh Kota tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai agama,” tuturnya.
Safari Ramadan di Masjid An Nur pun menjadi lebih dari sekadar kunjungan. Ia menjelma sebagai simbol komitmen seorang kepala daerah untuk hadir, mendengar, dan mengayomi—memastikan denyut pembangunan dan perhatian pemerintah sampai ke setiap sudut dalam Kabupaten Limapuluh Kota. (R.Sitepu)

No comments:
Post a Comment