Oleh Nurenda
Aktivis Dakwah
Tempo,
5 Maret 2026- Desakan kepada pemerintah untuk segera menarik diri dari
keanggotaan BOP kian menggema usai As-Israel melancarkan operasi militer ke
wilayah Iran. Operasi militer tersebut menyebabkan gugurnya sejumlah tokoh
penting di Republik Islam Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khosseini
Khamenei. Peristiwa itu memicu kritik keras publik dunia tidak terkecuali
Indonesia. Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), koalisi masyarakat sipil,
perguruan tinggi, hingga mahasiswa mendesak presiden Prabowo Subianto menarik
status keanggotaan Indonesia di BOP.
Jakarta,
CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto berjanji akan membawa Indonesia
mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board Of Peace/Bop) jika kemerdekaan
untuk Palestina tidak terwujud. Hal itu diungkapkan ketua umum Majelis Ulama
Indonesia K.H. Muhammad Cholil Nafis usai
acara silaturahmi Presiden dengan Kyai dan tokoh Ormas Islam di Istana Negara,
kamis (5/3/2026), malam
"Beliau
bertekad untuk kemerdekaan Palestina, jika memang tidak untuk Palestina, beliau
siap mundur," kata Cholil, kepada wartawan.
Cholil
mengatakan, Prabowo mengatakan komitmen kemerdekaan untuk Palestina dalam
pertemuan itu, bahkan siap mundur dari Bop jika arah perjuangan Indonesia tidak
lagi sejalan dengan perkumpulan yang dibentuk AS Donal Trump.
Faktanya
Prabowo Menyatakan tidak mau gegabah keluar dari BOP. Saat ini seluruh
pembahasan terkait BOP ditangguhkan. Jika kita amati, BOP yang terjadi sekarang
lebih kepada kepentingan Israel dan ART (Agreement on Resiprocal Trade) sebagai perjanjian yang pastinya tidak
berimbang dan sangat wajar sekali ditolak rakyat Indonesia.
Dasar
penolakan tersebut bisa sebagai konstitusi, politik luar negeri bebas aktif,
dan keadilan dalam perjanjian. Lalu kenapa Prabowo enggan keluar dari BOP?
Kemungkinan besarnya adalah kepentingan pribadi untuk menghapus stigma pelanggar
HAM dihadapan Amerika. Kemudian bisa jadi terjebak pada strategy from within
berdasar pada penilaian sendiri atau bisa juga karena merasa tersanjung menjadi
wakil komandan di bawah Amerika, sehingga takut dihajar Amerika Israel jika
terdapati mangkir, dan kemungkinan yang terakhir bisa jadi sudah terkena suap.
Fakta
yang terjadi saat ini, BOP terbukti tidak berhasil mewujudkan perdamaian karena
pelaku perang itu sendiri adalah ketua AS, dimana dia sendirilah yang membentuk
BOP. Indonesia di sini sebagai negara pengikut tidak memiliki kekuatan untuk
menentukan arah BOP, melainkan hanya ikut rencana AS saja. Sebenarnya proyek siapakah
BOP itu? Jika kita amati lebih rinci, BOP proyek Kolonial AS yang bertujuan
menguasai Palestina, melucuti Hamas, dan mengusir penduduknya. Tetapi sikap
pemerintah kita yang masih bertahan di BOP menunjukkan sekali bahwa Indonesia
berada dalam dominasi AS, hal ini membuktikan bahwa Indonesia secara tidak
langsung terjajah secara politik.
Jakarta,
CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto berjanji akan membawa Indonesia
mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board Of Peace/Bop) jika kemerdekaan
untuk Palestina tidak terwujud. Hal itu diungkapkan ketua umum Majelis Ulama
Indonesia K.H. Muhammad Cholil Nafis
usai acara silaturahmi Presiden dengan Kyai dan tokoh Ormas Islam di
Istana Negara, kamis (5/3/2026), malam
"Beliau
bertekad untuk kemerdekaan Palestina, jika memang tidak untuk Palestina, beliau
siap mundur," kata Cholil, kepada wartawan.
Cholil
mengatakan, Prabowo mengatakan komitmen kemerdekaan untuk Palestina dalam
pertemuan itu, bahkan siap mundur dari Bop jika arah perjuangan Indonesia tidak
lagi sejalan dengan perkumpulan yang dibentuk AS Donal Trump.
Di
dalam QS. Al-Ma'idah ayat 51, tercantum larangan Allah jika kita bersekutu
dengan non muslim.
"Wahai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang yahudi dan Nasrani
sebagai teman setia (-mu). Sebagian mereka teman setia bagi sebagian yang lain.
Siapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia
termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum
yang zalim.
Islam
jelas melarang dan mengharamkan Indonesia bergabung dengan Bop yang menjadi
strategi AS untuk menguasai Palestina, karena satu-satunya solusi pembebebasan
adalah jihad dibawah komando khilafah.
Tugas
Umat Islam sedunia saat ini adalah bagaimana caranya bisa bersatu mewujudkan
khilafah sebagai pembebas palestina. Umat muslim di dunia dalam segi jumlah
jauh lebih banyak dari non muslim, karena Islam adalah agama dengan pertumbuhan
tercepat dan di proyeksikan menjadi kelompok agama terbesar di masa depan,
pertumbuhan ini di dorong oleh usia rata-rata muslim yang lebih muda dan
tingkat kesuburan (kelahiran) yang lebih tinggi dibandingkan kelompok agama
lain.
Umat
Islam itu ibarat satu tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh
akan merasakan panas dan demam (Berdasarkan Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).
Islam
tidak melarang kita untuk berbeda cara berpikir, tapi Islam melarang kita
bercerai berai, karena kekuatan Islam bukan pada jumlahnya, melainkan pada
persaudaraannya, karena persatuan adalah Rahmat, dan perpecahan adalah azab.
Wallahualam
bissawab

No comments:
Post a Comment